Mengutip keterbukaan informasi DILD tertanggal 9 Juli 2026, Graha Intan Mandiri semula menguasai 261.390.699 unit atau setara 2,52 persen, kini tersisa 1.390.699 Unit setara 0,01 persen.
Sementara itu, pemegang saham yang menambah kepemilikannya, mengutip laporan DILD tertanggal 17 Mei 2026 adalah Lo Kheng Hong.
Warga Negara Indonesia itu menambah kepemilikan dari semula 718.506.700 unit setara 6,93 persen menjadi 733.686.300 unit setara 7,08 persen.
Pria kelahiran 20 Februari 1959 itu tergolong rajin mengoleksi saham DILD. Mengutip laporan keuangan Perseroan, Lo Kheng Hong mengoleksi 651.416.700 saham atau setara 6,28 persen pada 2022.
Jumlah kepemilikan investor saham individual itu terus bertambah. Pada akhir 2025, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 695.069.100 unit alias setara 6,71 persen.
Baca juga: Intiland Punya Bos Baru, Ini Profil Singkatnya
Di sisi lain, untuk nama baru yang tampil sebagai pemegang saham Intiland pada 2026 adalah Hope Diamond Management LTD.
Warga negara asing itu, dikutip laporan DILD tertanggal 6 Juli 2026, memborong sebanyak 2.368.915.300 saham atau setara dengan 22,85 persen dari total saham Intiland.
Kini, formasi pemilik saham DILD dengan penguasaan di atas 5 persen terdiri atas UOB Kay Hian PTE LTD SRE-Hope Diamond Management LTD 2.368.915.300 (22,85 persen).
Lalu, Bali Private Villa (S) PTE LTD 775.911.150 (7,49 persen), dan Lo Kheng Hong 761.125.900 (7,34 persen).
Sementara itu, sepanjang kuartal pertama 2026, DILD mengoleksi pendapatan Rp619,78 miliar, lebih rendah disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025 yang sebesar Rp640,76 miliar.
Per akhir Maret 2026, laba bersih DILD alias laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp2,45 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp10,56 miliar.
Baca juga: Begini Susunan Manajemen Baru Intiland 2025-2030
Emiten properti yang berdiri sejak 1983 ini mengoleksi aset sebesar Rp12,93 triliun per akhir Maret 2026, sedangkan liabilitas sekitar Rp6,17 triliun dan ekuitas senilai Rp6,77 triliun.
(*)





