Pendapatan Bisnis Hotel SATU Menggeliat

PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) mencatat pertumbuhan pendapatan dari bisnis hotel sekitar 4 persen pada 2025 disandingkan periode sama 2024/foto: allstayhotel.com

Ketiga, diversifikasi produk atau channel penjualan. Perseroan melakukan diversifikasi produk dan optimalisasi kanal penjualan untuk memperkuat pendapatan. Pengembangan dilakukan melalui paket meeting, wedding, staycation, F&B, dan long stay, serta perluasan distribusi melalui OTA, website resmi, corporate account, travel agent, dan platform digital lainnya.

“Kami juga memperkuat kemitraan strategis dengan perusahaan, event organizer, dan mitra pariwisata untuk memperluas pasar,” kata manajemen SATU.

Bacaan Lainnya

 

Bisnis Perumahan

Selain hotel, SATU punya proyek rumah tapak, yakni perumahan klaster eksklusif Amaya Home Resort di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pada 2025, penjualan rumah tinggal perusahaan yang berdiri pada 2012 ini tercatat melemah sekitar 13 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.

Baca juga: Pemilik Hotel di Yogyakarta Ini Getol Tebar Dividen

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, penjualan rumah tinggal SATU senilai Rp6,84 miliar, sedangkan tahun 2024 sebesar Rp7,85 miliar.

Sepanjang tahun 2025, porsi pendapatan bisnis hotel menyumbang sekitar 70 persen terhadap total pendapatan SATU yang sebesar Rp27,03 miliar.

Lalu, penjualan rumah tinggal menyetor sekitar 25 persen, sedangkan sisanya, 5 persen dari jasa manajemen senilai Rp1,20 miliar.

Secara keseluruhan, total pendapatan SATU tahun 2025 relatif stabil bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp26,87 miliar.

Pada 2025, SATU berhasil memperkecil rugi bersih bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp8,20 miliar menjadi sekitar Rp3,18 miliar.

Sementara itu, jumlah aset SATU per akhir Desember 2025 tercatat senilai Rp209,92 miliar, lebih rendah dibandingkan periode sama 2024 yang sebesar Rp213,40 miliar.

Baca juga: Bisnis Hotel SATU Bertumbuh

Liabilitas SATU turun tipis dari Rp164,44 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp164,28 miliar per akhir Desember 2025.

Penurunan juga terlihat di lini ekuitas. Per akhir 2024 sebesar Rp48,96 miliar, sedangkan setahun kemudian di level Rp45,63 miliar.

Per akhir Desember 2025, para pemegang saham SATU terdiri atas PT Kota Satu Indonesia 33,18 persen, dan Raden Yohanes Kristian Hardianto 17,35 persen.

Selain itu, pemegang saham lainnya adalah Leo Agung Vito 11,71 persen, Anton Stefian 10 persen, Nyaw Farida 7,25 persen, dan masyarakat 20,51 persen.

Baca juga: Hotel Sinar Mas Land di Semarang Moncer

(*)

Pos terkait