Jakarta, landbank.co.id – Karya gim (game) lokal Kuloniku: Bowl Up! mencatat capaian positif di pasar global dengan meraih predikat Overwhelmingly Positive di platform Steam, berdasarkan lebih dari 500 ulasan pengguna.
Pencapaian ini diraih Kuloniku:Bowl Up! dalam waktu lima hari sejak peluncurannya pada 7 April 2026.
Game Kuloniku: Bowl Up! yang bergenre simulasi memasak ini merupakan hasil kolaborasi antara Gambir Studio asal Sleman dan penerbit internasional Raw Fury dari Swedia.
Keberhasilan gim lokal tersebut sekaligus menandai tonggak baru, karena menjadi game pertama dari Indonesia yang dipublikasikan oleh Raw Fury.
Baca juga: Saat Kuliner Indonesia Go Global, Sour Sally Masuk Filipina
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bukti daya saing talenta nasional di industri global.
“Keberhasilan Kuloniku: Bowl Up! menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di pasar internasional dengan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai kekuatan utama. Ini menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Menteri Ekraf dikutip Rabu 15 April 2026.
Dikembangkan oleh tim lokal, gim ini mengangkat elemen budaya Indonesia, seperti kuliner bakso dan ikon mangkuk ayam, yang dikemas secara menarik untuk menjangkau pasar global. Seluruh aset, mulai dari ilustrasi, model tiga dimensi, musik, hingga pemrograman, dikerjakan oleh talenta dalam negeri.
Gambir Studio merupakan pengembang gim yang telah berdiri sejak 2016 dan berbasis di Sleman.
Baca juga: Investasi Ekraf Tembus Rp132 Triliun
Studio ini sebelumnya sukses menghadirkan sejumlah gim kuliner di platform mobile, seperti Selera Nusantara dan Warung Seblak Nusantara, yang secara kumulatif telah di-unduh (download) lebih dari 10 juta kali.
Dalam permainan ini, pengguna akan mengelola restoran bakso legendaris di kota fiktif Kuloniku, menghadapi berbagai tantangan kuliner, serta bersaing dengan karakter rival dalam kompetisi memasak.





