Jakarta, landbank.co.id– PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menyatakan bahwa pascapenyelesaian pengambilalihan oleh PT Saka Industrial Arjaya (SIA) dan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO), Perseroan tetap fokus untuk meningkatkan kinerja.
Dalam mengembangkan usaha, PT Mega Manunggal Property Tbk menyesuaikan dengan kegiatan operasional yang dilakukan Perseroan selama ini.
Selain itu, PT Mega Manunggal Property Tbk yang mengusung kode saham MMLP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu juga mencari peluang sinergi operasional dengan ekosistem Grup Astra.
Jeremy Muliawan, Sekretaris Perusahaan PT Mega Manunggal Property Tbk menjelaskan, untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan akan terus memelihara dan terus berupaya meningkatkan tingkat okupansi 13 gudang milik Perseroan.
Caranya, dengan tetap menargetkan segmen konsumen di industri 3PLs, e-commerce dan FMCG serta menyasar segmen konsumen baru di industri lain, termasuk manufaktur, otomotif dan farmasi.
Baca juga: Mega Manunggal Property Lego Saham di Anak Usaha
“Selain itu, Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan (land bank) miliknya dalam beberapa tahun ke depan sesuai dengan kondisi pasar,” jelas Jeremy Muliawan dalam suratnya kepada BEI, baru-baru ini.
Mengutip keterangan Perseroan, sepanjang tahun 2022 hingga 2025, okupansi pergudangan MMLP di atas 85 persen. Pada 2022, okupansi sebesar 89,00 persen. Lalu, 2023 (89,4 persen), 2024 (86,4 persen), dan 2025 (96,2 persen).
Perseroan saat ini mengelola land bank seluas lebih dari 500.000 meter persegi (m²) yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Pada tahun-tahun mendatang, arah pengembangan aset ini akan difokuskan pada penyediaan infrastruktur logistik yang adaptif, baik melalui skema built-to-suit untuk memenuhi spesifikasi khusus pelanggan jangka panjang, maupun pengembangan gudang multi-tenant untuk menangkap peluang pasar yang lebih dinamis.
Baca juga: Sewa Kantor dan Gudang Stabil, Laba MMLP Melejit
“Fokus pengembangan ini dirancang untuk memaksimalkan utilitas lahan guna menjawab tren kebutuhan pergudangan modern yang menuntut efisiensi operasional dan integrasi teknologi,” kata Jeremy.
Dia menambahkan, dalam lima tahun ke depan, Perseroan akan berfokus pada integrasi strategis dengan ekosistem Grup Astra Property melalui perluasan basis konsumen dan pemanfaatan jaringan Grup Astra untuk meningkatkan okupansi.
Selain itu, sinergi dari sisi biaya dapat dicapai melalui efisiensi pengadaan aset dan sentralisasi beberapa fungsi operasional dalam Grup Astra Property.
Baca juga: Laba Bersih Bisnis Properti Astra Melonjak 224 Persen
Untuk meningkatkan okupansi, Perseroan melakukan strategi optimalisasi layanan yang berfokus pada efisiensi operasional dan standar layanan pergudangan modern untuk menjaga retensi pelanggan guna membangun reputasi jangka panjang yang positif.





