27 Ribu Apartemen Siap Huni Menanti Pembeli

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, jumlah apartemen yang terserap pasar di Jakarta mencapai sebanyak 192 unit/foto: landbank.co.id

Ferry memerkirakan, total total serapan tahun 2026 akan bisa menyamai tahun 2023.

“Tahun 2026 dengan asumsi kondisi makro ekonomi yang stabil harusnya pasar apartemen bisa lebih baik dibandingkan dengan 2024 dan 2025,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

 

Pasokan Baru

Sementara itu, Ferry menjelaskan, sepanjang tahun 2020-2025 total pasok unit apartemen baru yang masuk ke pasar sebanyak 19.300 unit/

“Artinya dalam setahun rata-rata proyek yang diserahterimakan ada 3.200 unit,” kata dia.

Baca juga: Pembeli Apartemen dari Kalangan End User Melonjak

Di sisi lain, tambah dia, dalam rentang tahun 2026-2029 hanya 1.300 unit yang akan masuk atau rata-rata 650 unit per tahun. Ini penurunan yang cukup signifikan.

Mengutip riset Colliers Indonesia, secara regional, selain Jakarta Selatan, kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta merupakan kontributor terbesar kedua, meskipun dengan kurang dari 500 unit hingga akhir tahun 2029.

“Saat ini, developer fokus mengurangi stoknya dengan strategi memberikan diskon untuk mendorong penjualan,” paparnya.

Ferry menambahkan, saat ini, untuk menarik pembeli, strategi yang dilakukan developer di antaranya dengan memberi insentif, diskon, subsidi KPR, atau memberikan bonus furniture ini strategi developer.

Baca juga: 2026, Harga Apartemen di Jakarta Tetap Bertumbuh

“Ke depan terjadi fase penyesuaian pasar di mana developer menunda ekspansi lebih memprioritaskan penyerapan inventory yang ada saat ini,” ungkap Ferry.

Masih mengutip data Colliers Indonesia, di tengah permintaan yang moderat, harga rata-rata relatif stabil di hampir semua wilayah Jakarta. Namun, ketegangan geopolitik yang meningkat baru-baru ini kemungkinan akan mendorong kenaikan harga material dan berdampak lebih lanjut pada biaya konstruksi.

Namun, mengutip riset itu, peningkatan biaya akibat faktor eksternal tersebut mungkin hanya akan memengaruhi perhitungan pasokan pengembang untuk tahun berikutnya.

Hingga kuartal pertama 2026, harga apartemen di Jakarta mencapai Rp36,2 juta/meter persegi (m2), relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Baca juga: Penjualan Apartemen Masih Bergulir, 45 Ribu Unit Belum Terjual

(*)

Pos terkait