Pemanfaatan lainnya adalah sebesar Rp3 miliar untuk dana cadangan Perseroan dan sekitar Rp25,95 miliar dicatat sebagai laba ditahan (retained earnings).
Laba Melejit
Sementara itu, sepanjang Januari-Maret 2026, pendapatan usaha SWID naik sekitar 38 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pendapatan SWID per akhir Maret 2026 sebesar Rp28,59 miliar, sedangkan per akhir Maret 2025 masih di level Rp21,06 miliar.
Baca juga: Bisnis Hotel SWID Tetap Solid
Mayoritas pendapatan SWID bersumber dari bisnis hotel, yakni sebesar Rp22,03 miliar atau sekitar 77 persen dari total pendapatan per akhir Maret 2026.
Sisanya, berasal dari penjualan apartemen Arjuna, Yogyakarta, yakni sekitar Rp6,56 miliar atau setara sekitar 23 persen.
Laba bersih SWID pada kuartal pertama 2026 melejit sekitar 5.029 persen menjadi Rp3,18 miliar, dari semula Rp61,67 juta pada kuartal pertama 2025.
Baca juga: Kinerja Kinclong, SWID Singgung Proyek Baru dan Land Bank
Di sisi lain, jumlah aset SWID per akhir Maret 2026 tercatat senilai Rp510,90 miliar, sedangkan pada akhir Desember 2025 sebesar Rp504,13 miliar.
Liabilitas SWID terlihat naik dari Rp228,89 miliar per akhir Desember 2025 menjadi sekitar Rp232,49 miliar akhir Maret 2026.
Begitu juga dengan ekuitas, yakni naik menjadi Rp278,41 miliar pada akhir Maret 2026 dari semula Rp275,24 miliar per akhir 2025.
Baca juga: Dividen Tunai Pakuwon, Lima Tahun Tanpa Henti
Per akhir Maret 2026, para pemegang saham SWID mencakup PT Saraswanti Utama sebesar 63,52 persen, Bogat Agus Riyanto 15,88 persen, dan masyarakat 20,61 persen.
Jadwal dividen SWID:
- Cum Dividen Tunai di Pasar Reguler dan Negosiasi: 29 Juni 2026
- Ex Dividen Tunai di Pasar Reguler dan Negosiasi: 30 Juni 2026
- Cum Dividen Tunai di Pasar Tunai: 1 Juli 2026
- Ex Dividen Tunai di Pasar Tunai: 2 Juli 2026
- Pembayaran dividen tunai: 22 Juli 2026.
Baca juga: The Royal Alana, Peluru Baru SWID
(*)





