Ini Lima Provinsi Paling Getol Serap Rumah Subsidi
Per akhir Oktober 2026, penyerap rumah subsidi terbesar ditempati oleh Jawa Barat, yakni 22,56 persen dari total realisasi KPR FLPP-landbank.id-sikumbang tapera
Jakarta, landbank.co.id- Pemerintah terus menggucurkan anggaran untuk menghadirkan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maklum, backlog kepemilikan hunian masih cukup besar, walau terjadi penurunan, sehingga kehadiran rumah subsidi diharapkan memberi angin segar.
“Berdasarkan sumber statistik BPS (Badan Pusat Statistik), terdapat tren penurunan backlog di tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta," kata Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, dikutip dari laman Badan tersebut.
BACA JUGA:Realisasi Tiga Asosiasi Turun, Penyaluran FLPP Melemah 9,37 Persen
Di tengah masih tingginya backlog kepemilikan hunian tersebut, terdapat lima provinsi yang paling getol menyerap kucuran anggaran rumah subsidi sepanjang Januari-Oktober 2026. (lihat grafis di halaman 2)
Mengutip data BP Tapera, kelima provinsi itu menyerap sebesar 53,39 persen rumah subsidi yang mendapat kucuran kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sepanjang Januari-Oktober 2026, rumah subsidi yang mendapat aliran KPR FLPP menyentuh sebanyak 194.360 unit, tersebar di 36 provinsi.
BACA JUGA:Update: Daftar 10 Provinsi KPR FLPP Tertinggi
Per akhir Oktober 2026, penyerap rumah subsidi terbesar ditempati oleh Jawa Barat, yakni 22,56 persen dari total realisasi KPR FLPP.
Provinsi yang memiliki backlog kepemilikan hunian sekitar 2,03 juta rumah tangga itu menerima kucuran anggaran KPR FLPP senilai Rp5,52 triliun, sepanjang Januari-Oktober 2026.
Di posisi kedua adalah Provinsi Jawa Tengah, yakni 9,01 persen.
Jawa Tengah yang mencatat backlog kepemilikan hunian sekitar 739 ribu rumah tangga itu mendapat kucuran anggaran FLPP senilai Rp2,09 triliun.
BACA JUGA:Ini 12 Provinsi yang Memiliki Lahan Sawah Dilindungi
Penyerap KPR FLPP terbesar ketiga adalah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni sekitar 8,43 persen.