Penjualan Rumah Lippo Karawaci Stabil

Penjualan rumah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang mencakup rumah hunian dan rumah toko (ruko) terlihat cukup stabil pada kuartal pertama 2026/foto: capture lpkr

Sementara itu, per akhir Maret 2026, jumlah aset LPKR tercatat senilai Rp48,70 triliun, lebih rendah disandingkan per akhir Desember 2025 yang sebesar Rp49,25 triliun.

Penurunan juga terlihat di lini liabilitas, yakni dari semula Rp18,20 triliun pada akhir 2025, menjadi sebesar Rp17,99 triliun pada kuartal pertama 2026.

Bacaan Lainnya

Per akhir Maret 2026, ekuitas perusahaan yang didirikan pada 1990 ini lebih rendah bila disandingkan dengan akhir 2025, yakni menjadi Rp30,71 triliun dari semula Rp31,05 triliun.

 

Proyeksi 2026

Memasuki tahun 2026, manajemen LPKR mengaku bahwa pihaknya mengejar pertumbuhan secara terukur dan bertanggung jawab.

Baca juga: Begini Resep Lippo di Bisnis Real Estat 2025

Khusus di sektor properti, LPKR memprioritaskan pelaksanaan yang disiplin — pengendalian biaya, jadwal proyek, dan kualitas konstruksi — sambil mendiversifikasi jajaran produk dan jangkauan geografis kami di segmen permintaan yang kuat. “Portofolio proyek siap luncur Perseroan memungkinkan kami untuk mengonversi penjualan pemasaran menjadi pendapatan,” urai Marlo Budiman, presiden direktur PT Lippo Karawaci Tbk, dikutip dari Annual Report Perseroan Tahun 2025.

Penting untuk dicatat, jelas dia, pihaknya memperluas spektrum harga ke dua arah, yakni ke atas dengan penawaran premium di atas Rp 2 miliar dan ke bawah melalui Hunian Warisan Bangsa di Purwakarta yang ditawarkan untuk keluarga pekerja dengan harga mulai dari Rp100 juta.

“Perluasan pasar yang terarah ini membantu kami menjangkau permintaan di seluruh segmen pendapatan, meski begitu, kami senantiasa memasttikan bahwa setiap pengembangan produk tetap berlandaskan komitmen yang sama untuk menciptakan hunian yang layak huni yang meningkatkan kualitas hidup,” jelas dia.

Per akhir Maret 2026, pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama 25,80 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, dan DBS Bank Ltd SG-PB Clent 5,11 persen.

Baca juga: Penjualan Rumah dan Ruko Lippo Karawaci Tembus Rp2,22 Triliun

Selain itu, Dominique Dion Leswara (direktur) 0,11 persen, Fendi Santoso (direktur) 0,10 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 42,51 persen.

 

(*)

 

Pos terkait