Laba Summarecon Agung Relatif Stabil, Raih Rp317 Miliar

Raihan laba periode berjalan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sepanjang Januari-Maret 2026 tercatat relatif stabil disandingkan dengan periode yang sama 2025/foto: landbank.co.id

Pada tiga bulan pertama 2026, terjadi lonjakan penjualan bangunan komersial sekitar 492 persen menjadi Rp248,42 miliar dibandingkan dengan periode sama 2025 yang masih senilai Rp42,06 miliar.

Melejitnya penjualan tersebut membuat segmen bangunan komersial tampil sebagai kontributor ketiga terbesar, yakni sekitar 11 persen terhadap total pendapatan SMRA.

Bacaan Lainnya

 

Optimisme 2026

Sementara itu, manajemen SMRA mengaku bahwa berdasarkan tingkat permintaan pasar dan daya beli konsumen, pihaknya yakin dapat mendorong momentum positif dengan didukung oleh proyek-proyek yang sedang berjalan di sembilan kawasan yang kami miliki saat ini.

“Cadangan lahan kami masih sangat luas yaitu sekitar 1.800 hektare yang akan memberikan keberlanjutan dan kelangsungan bisnis Perusahaan pada tahun-tahun mendatang,” jelas Adrianto P Adi, direktur utama PT Summarecon Agung Tbk dalam Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Baca juga: Summarecon Pecahkan Rekor Laba Bersih, Raih Rp1,37 Triliun

Dia menegaskan, pihaknya akan memperkuat bisnis inti dengan mempercepat seluruh pengembangan secara efisien dan memenuhi permintaan pasar secara efektif.

“Oleh karena itu, kami menetapkan target prapenjualan sebesar Rp5,2 triliun pada 2026 dengan kontribusi dari prapenjualan keseluruhan proyek di sembilan kawasan kami,” jelas dia.

Penjualan selama tiga bulan pertama awal 2026 ini sangat baik dengan mencatatkan data penjualan properti senilai Rp1,2 triliun, lebih tinggi 37 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama 2025.

“Pengalaman kami sebagai perencana utama kota terpadu membuat kami dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan dan tren pelanggan, Dimana menentukan lokasi menjadi hal terpenting bagi keberhasilan pengembangan real estat,” urai Adrianto.

Tahun 2026, tambah dia, pihaknya membuka Summarecon Mall Bekasi tahap 2 dan Hotel Harris dan Convention Serpong sehingga dapat menambah portfolio properti investasi Perseroan.

Baca juga: Dalam Lima Tahun, Summarecon Raup Nyaris Rp8 Triliun dari Bisnis Mal

Selain itu, jelasnya, masih ada sejumlah proyek ritel, komersial, dan perhotelan yang direncanakan untuk pengembangan pada tahun-tahun mendatang.

 

(*)

Pos terkait