Jakarta, landbank.co.id– Pendapatan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dari bisnis mal dan ritel terlihat cukup kinclong sepanjang tahun 2021 hingga 2025.
Sepanjang rentang waktu tersebut PT Summarecon Agung Tbk mengoleksi pendapatan dari bisnis mal dan ritel nyaris sebesar Rp8 triliun.
Dalam merangsek bisnis mal dan ritel, PT Summarecon Agung Tbk yang mengusung kode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengusung tujuh properti dengan luas lantai kotor (gross floor area/GLA) sekitar 609.000 meter persegi (m2).
Mal terluas yang dimiliki SMRA terletak di Jakarta, yakni Summarecon Mall Kelapa Gading dengan GLA 208.000 m2. (daftar lengkap lihat halaman 2)
Mengutip laporan keuangan Perseroan, SMRA mampu konsisten mencatat pertumbuhan pendapatan dari bisnis mal dan ritel dalam periode 2021-2025.
Baca juga: Summarecon Mall Bekasi 2 Resmi Beroperasi, Hadirkan Konsep Ritel dan Wellness
Sempat anjlok sekitar 46 persen pada 2020, SMRA perlahan meningkatkan pendapatan dari bisnis mal pada 2021.
Kemampuan SMRA mengerek pendapatan dari bisnis mal dan ritel sekitar 2 persen pada 2021 dibandingkan dengan 2020 seiring dengan kian meredanya pandemi Covid-19.
Maklum, pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia menghambat laju kunjungan konsumen ke pusat perbelanjaan modern.
Indonesia baru dianggap benar-benar terlepas dari pandemi Covid-19 pada 2022.
Ketika itu pula, Summarecon kian gercep memompa pendapatan dari bisnis mal dan ritel.
Baca juga: Bisnis Mal di Jakarta 2026, Begini Kata Konsultan
Tidak tanggung-tanggung, pendapatan SMRA dari bisnis mal dan ritel melejit sekitar 66 persen pada 2022 disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Sekalipun melejit, raihan tahun 2022 belum mampu melampaui kinerja bisnis mal ketika sebelum terjadi pandemi Covid-19. Maklum, pada 2019, SMRA mampu membungkus pendapatan dari bisnis mal sekitar Rp1,52 triliun.





