Tanrise Property Terus Ekspansi, Garap Vasa Ubud Rp1 Triliun
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property terus menggulirkan ekspansi untuk memerkuat pertumbuhan-capture rise-
Jakarta, landbank.id- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property terus menggulirkan ekspansi untuk memerkuat pertumbuhan.
Kali ini, Tanrise Property menggarap proyek resor Vasa Ubud, Bali dengan nilai investasi total Rp1 triliun.
Emiten berkode saham RISE di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek Vasa Ubud Jumat, 17 Juli 2026.
“Pembangunan Vasa Ubud sebagai langkah ekspansi masif dari Perseroan dan pengembangan proyek ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan sesuai dengan strategi bisnis jangka Panjang Perseroan,” urai Go Herliani Prayogo, corporate secretary PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dalam keterangan tertulis kepada Otoritas Bursa dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, bersama konsorsium profesional papan atas yang bersinergi dalam pembangunan, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama.
BACA JUGA:2026, Tanrise Property Operasikan Solaris Villa
Lalu, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon & Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP Consultant), serta Rekagriya (Quantity Surveyor).
Berdiri di atas lahan suci seluas 70.391 meter persegi (m2) atau 7,39 hektare, Vasa Ubud berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud.
Kehadiran proyek berskala global yang menelan total investasi sebesar Rp1 triliun ini dinilai menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi.
Selain itu, Vasa Ubud juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta wisata kesehatan dan kebugaran (wellness tourism) kelas dunia di Bali.
Maklum, Bali merupakan primadona destinasi wellness tourism kelas dunia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pernah menyatakan bahwa 23 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali datang untuk wellness tourism.
BACA JUGA:Laba Bersih Tanrise Property Meninggi
Tahun 2024, kunjungan wisman ke Bali menyentuh 6,34 juta kunjungan, sedangkan tahun 2025 sekitar 7,05 juta kunjungan.
Secara nasional, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, pernah mengatakan bahwa terdapat potensi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$84 miliar (sekitar Rp 1.362 triliun) dari pariwisata kesehatan di Indonesia, sehingga menjadi peluang bagi investor yang mau berinvestasi.
Target Pembangunan
Dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) untuk menjaga kemewahan ruang dan privasi mutlak, Vasa Ubud akan menghadirkan 41 unit private luxury villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran sangat luas mulai dari 48 m².
Kompleks properti ini ditargetkan selesai dalam waktu 30 bulan, sekaligus memperkuat portofolio aset premium dari RISE.
Secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, yang memaknai perjalanan spiritual manusia dari gunung (sumber kesucian) menuju laut.
BACA JUGA:Daftar Hotel Masuk ke Bali 2026
Bangunan utama, The Sanctuary, ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air mengalir puitis membelah lanskap tebing menuju lembah, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.
Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang hidup harmonis bersama alam.
Vila-vila mewah dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada atapnya (green roof) yang menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud.
Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi.
Sementara itu, keunikan arsitektur Vasa Ubud tercermin melalui konsep koridor pejalan kaki serta memberikan pengalaman magis menyusuri pemandangan dengan panorama visual yang berubah di setiap sudut.
BACA JUGA:Pekan Kesenian Bali 2026 Ditargetkan Tembus 1,6 Juta Pengunjung
Fasad bangunan menggunakan batu berundak modern yang terinspirasi dari formasi pilar monumental tradisional Bali.
Lebih dari sekadar akomodasi mewah, properti ini menerapkan prinsip sustainable design yang progresif, termasuk revitalisasi total saluran air alami di tengah kawasan, pemakaian solar panel, sistem daur ulang sirkulasi air cerdas antarkolam, serta pemanfaatan tanaman organik mikro pada atap bangunan.
“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah; kami sedang mengukir 'legacy'-sebuah wadah di mana kemewahan modern tunduk pada keindahan alam dan kearifan lokal. Vasa Ubud dirancang untuk menjadi tolok ukur baru bagi 'transformative luxury' dunia,” urai manajemen RISE.
Melalui komitmen keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja yang masif bagi masyarakat lokal, serta kurasi pengalaman menginap yang sangat autentik, Vasa Ubud siap berdiri tegak sebagai ikon baru pariwisata premium Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham RISE.
BACA JUGA:Vasa Suites Menambah Peluru Recurring Income RISE
(*)