Menurut Jenny Chapman, BII berada di pusat pendekatan ini dan strategi barunya sejalan dengan arah yang telah ditetapkan pemerintah. Dia yakin BII akan memimpin dalam mewujudkan ambisi bersama ini menjadi hasil nyata dalam lima tahun ke depan
“Transisi energi di Asia akan sangat bergantung pada mobilisasi modal swasta dalam skala besar, dan British Climate Partners dirancang untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Srini Nagarajan, MD and Head of Asia, BII.
Dia menambahkan, melalui inisiatif baru ini, pihaknya akan memanfaatkan pengalaman, modal, dan kemitraan kami untuk membangun platform, mengurangi risiko proyek, serta menarik investasi jangka panjang ke peluang iklim yang layak secara komersial di seluruh kawasan.”
BII akan mempertahankan komitmen jangka panjang Inggris terhadap negara berkembang tahap awal (frontier markets) di Asia, termasuk Nepal. Dalam lima tahun ke depan, setidaknya 25 persen investasi baru BII akan dialokasikan ke Least Developed Countries (LDC) sesuai definisi PBB, di mana modal swasta masih terbatas dan kebutuhan pembangunan paling besar.
Baca juga: Pembiayaan Hijau Dorong Properti Berkelanjutan
Sebagai pengembangan pendekatan lebih lanjut, BII juga akan menargetkan investasi dengan market-level impact, yaitu investasi yang tidak hanya berfokus pada satu perusahaan, tetapi juga membantu mengembangkan sektor atau pasar secara lebih luas.
BII juga akan meningkatkan komitmen terhadap investasi berperspektif gender (gender-lens investing) untuk mendukung perempuan, dengan target 30 persen dari investasi barunya (tidak termasuk investasi BCP) memenuhi kriteria 2X Challenge.
(*)





