“Saat ini telah dilakukan penyempurnaan mekanisme penilaian yang lebih adaptif, objektif, dan komprehensif dalam menggambarkan tingkat kepatuhan, kualitas pelaksanaan kegiatan usaha, serta penerapan tata Pialang Berjangka,” urai Kepala Biro Pengawasan dan Penindakan PBK, SRG, dan PLK Bappebti, Matheus Hendro Purnomo, dikutip dari laman Bappebti.
Dia menjelaskan, pemutakhiran ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kegiatan usaha, dinamika industri PBK, serta penguatan mekanisme pengawasan berbasis risiko (risk based supervision) dalam rangka mendorong terciptanya industri yang sehat, tertib, transparan, dan berintegritas.
Volume Tinggi
Sementara itu, Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Yazid Kanca Surya, menyatakan bahwa Dupoin secara rutin selalu melakukan sosialisasi seputar perdagangan berjangka.
“Kami lihat Dupoin selalu melakukan sosialisasi secara rutin. Itu merupakan hal baik,” kata dia dalam sambutan peresmian kantor baru Dupoin.
Baca juga: Potret Okupansi Gedung Perkantoran di Jalur Transportasi
Menurut Yazid, volume transaksi Dupoin terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam catatan JFX, pada 2023, volume transaksi Dupoin tak kurang dari 560 ribu lot, namun setahun kemudian naik menjadi sekitar 721 ribu lot.
“Bahkan, pada 2025, naik dua kali lipat menjadi sekitar 1,4 juta lot,” paparnya.
Dia menambahkan, sepanjang Januari hingga awal Juli 2026, volume transaksi Dupoin menyentuh sekitar 800 ribu lot.
“Kami berharap hingga akhir 2026 dapat melampaui volume transaksi tahun 2025. Selaku penyelengara bursa kami mendukung penuh,” kata Yazid.
Baca juga: Setelah Terdaftar di OJK, Begini Manfaat Berinvestasi di Dupoin
Peringkat transaksi Dupoin, jelas dia, selalu berada di deretan papan atas, yakni di rentang posisi pertama hingga ketiga.
(*)





