Upaya rebranding semakin umum dilakukan, begitu pula peningkatan fisik sebagian yang tetap penting untuk menjaga ruang tetap segar, memastikan pengalaman mal terus memenuhi harapan pengunjung saat ini.
Ekspansi mal menjadi lebih strategis, terutama di daerah seperti Tangerang, di mana pengembang meningkatkan area yang dapat disewakan untuk meningkatkan campuran penyewa dan daya tarik secara keseluruhan.
Pada saat yang sama, ada penekanan yang semakin besar pada integrasi ruang luar dan semi-terbuka serta fasilitas gaya hidup dan olah raga.
Baca juga: 2025, Empat Mal Baru Masuk Debotabek
Hal ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumen yang lebih luas: mal tidak lagi hanya dipandang sebagai tujuan belanja, tetapi sebagai pusat gaya hidup di mana pengunjung dapat bersosialisasi, tetap aktif, dan menikmati pengalaman yang tidak dapat ditiru secara online.
Okupansi Mal
Sementara itu, tingkat hunian rata-rata (okupansi) mal di Jakarta maupun di sekitarnya, cukup bervariasi pada kuartal pertama 2026.
Tingkat hunian rata-rata di Jakarta tercatat stabil di sekitar 73 persen. Namun, mal premium dan menengah atas di Jakarta terus berkinerja lebih baik dengan tingkat hunian rata-rata sekitar 90 persen.
Baca juga: Pengembang Masih Menimbang-nimbang Bangun Mal Baru
“Meskipun rerata tingkat hunian di Jakarta tercatat sekitar 73 persen pada kuartal pertama 2026. Mal kelas premium dan menengah‑atas mempertahankan kinerja yang lebih baik dengan terus menarik minat brand internasional dan konsumen berdaya beli tinggi,” ujar Ferry Salanto, kepala Riset Colliers Indonesia, belum lama ini.
Dia menambahkan, Ferry juga menambahkan, mal‑mal premium dan menengah atas ini semakin berperan sebagai pusat gaya hidup, dengan kurasi penyewa yang kuat, penyelenggaraan acara, serta ruang sosial yang tidak dapat tergantikan oleh platform online.
Khusus di sekitar Jakarta yang mencakup Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), tingkat hunian rata-rata hampir 70 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
Baca juga: Terungkap Alasan Rendahnya Pasokan Mal Baru di Jakarta
Aktivitas ekspansi ritel di Jabodetabek (Greater Jakarta) secara keseluruhan tetap aktif tetapi lebih hati-hati dan selektif. Alih-alih ekspansi cepat, sebagian besar peritel berfokus pada efisiensi dan pertumbuhan yang lebih cerdas.
(*)





