Moncernya bisnis mal SMRA terus bergulir. Pada 2023, pemilik Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta ini mengoleksi pertumbuhan pendapatan sekitar 18 persen sekaligus memecahkan rekor sebelum pandemi, yakni senilai Rp1,63 triliun.
Pendapatan SMRA dari bisnis mal dan ritel kembali mencetak pertumbuhan pada 2024 dan 2025, yakni masing-masing 24 persen dan 5 persen.
Memasuki tahun 2026, SMRA memerkuat daya gedor di bisnis mal dan ritel lewat peresmian Summarecon Mall Bekasi 2 alias SMB 2, Bekasi, Jawa Barat pada Februari.
SMRA optimistis dengan pengembangan SMB 2 dapat memberikan competitiveness pusat perbelanjaan modern milik mereka sehingga memberikan pilihan yang menarik kepada masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
“Keunggulan SMB 2 terletak pada kehadiran Wellground, sebuah rooftop sport & wellness center yang terintegrasi langsung di dalam pusat perbelanjaan. Fasilitas ini kami rancang tidak hanya untuk aktivitas olahraga intensif, tetapi juga sebagai ruang bersosialisasi yang estetis dan inklusif,” kata Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi saat peresmian Summarecon Mall Bekasi 2 pada Februari 2026.
Baca juga: Belajar dari Bisnis Mal Summarecon
Selain tujuh properti yang sudah ada hingga 2026, mengutip data Perseroan, SMRA juga punya rencana mengembangkan sejumlah pusat perbelanjaan modern lainnya.
Proyek itu mencakup Summarecon Mall Makassar (Sulawesi Selatan), Summarecon Mall Bogor (Jawa Barat), dan Summarecon Mall Tangerang (Banten).
Daftar Mal dan Ritel Summarecon Agung:
1). Summarecon Mall Kelapa Gading (gross floor area 208.000 m2)
2). Summarecon Mall Serpong (gross floor area 112.000 m2)
Baca juga: Dari Area Komersial Summarecon Kantongi Rp300 Miliar
3). Summarecon Mall Bekasi (gross floor area 90.000 m2)
4). Summarecon Mall Bekasi 2 (gross floor area 87.458 m2)
5). Summarecon Villaggio Outlets (gross floor area 24.000 m2)
6). Summarecon Mall Bandung (gross floor area 81.000 m2)
7). Samasta Village Bali (gross floor area 6.500 m2)
Sumber: Summarecon Agung, 2026
Baca juga: Mal Summarecon Lampaui Sebelum Pandemi, Tembus Rp2 Triliun
(*)





