Penataan Menteng Tenggulun Jadi Model Transformasi Kawasan Kumuh

Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau penataan Menteng Tenggulun, Jakarta. Sebanyak 101 dari 152 rumah telah dikerjakan melalui kolaborasi tanpa APBN, sekaligus mendorong UMKM dan kawasan ekonomi kreatif./Foto: Kementerian PKP.

Jakarta, landbank.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman di Menteng Tenggulun, Jakarta, guna memastikan program berjalan sesuai target dan menghasilkan hunian yang berkualitas serta berkelanjutan.

Penataan kawasan ini dilakukan melalui skema kolaborasi lintas sektor tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari total target 152 unit rumah, sebanyak 101 unit saat ini  dalam proses pengerjaan.

Bacaan Lainnya

“Kita ingin memastikan pekerjaan ini berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan hasilnya benar-benar berkualitas. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membangun lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Menteri Ara dalam keterangan resminya yang dilihat landbank.co.id Senin, 27 April 2026.

Selain renovasi rumah, penataan kawasan Menteng Tenggulun juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti: Boulevard sepanjang ±300 meter, Area parkir , Ruang komunal dan taman bermain, Ruang terbuka hijau (RTH), Fasilitas dasar seperti toilet bersama, dan Jembatan penyeberangan untuk meningkatkan konektivitas

Menteri Ara menegaskan bahwa penataan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada nilai estetika dan sosial. Kehadiran mural bertema budaya Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kawasan sekaligus menciptakan ruang yang lebih hidup.

Kawasan Menteng Tenggulun juga diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah mendorong keterlibatan UMKM dalam pengembangan kawasan, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan penggunaan material lokal.

“Merenovasi rumah sekaligus menumbuhkan ekonominya. Kita jangan ragu memberikan kesempatan bagi UMKM,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan material bangunan yang aman bagi kesehatan.

“Jangan pakai asbes lagi. Ini untuk kebaikan kesehatan, tidak ada kompromi,” tambahnya.

Menurut Menteri Ara, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan kawasan, termasuk aspek kebersihan, keamanan, dan perawatan lingkungan.

“Jangan hanya fokus pada fisik, tapi juga pemberdayaan SDM. Ini harus menjadi percontohan dari kawasan kumuh menjadi kawasan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru muncul setelah pembangunan selesai.

“Yang paling sulit adalah bagaimana mempertahankan dan mengembangkan kawasan ini setelah dibangun,” katanya.

Pos terkait