Sebaliknya, pertumbuhan pasokan tahun 2026 hingga 2029 diproyeksikan akan melambat, dengan penambahan tahunan diperkirakan rata-rata sekitar 186.000 m2.
Laju ekspansi yang lebih lambat ini menunjukkan alur kerja yang lebih terukur sejalan dengan strategi pengembang yang lebih hati-hati dan kondisi pasar yang berkembang.
Konsentrasi pasokan yang signifikan di wilayah timur Jakarta menyoroti perannya sebagai basis logistik utama, yang didukung oleh ketersediaan lahan yang luas dan keberadaan kawasan industri yang sudah mapan.
Sementara itu, pangsa yang relatif lebih kecil di koridor barat dan koridor utara menunjukkan peran mereka yang lebih khusus, terutama dalam melayani distribusi perkotaan dan kegiatan terkait pelabuhan, sedangkan pangsa koridor selatan mencerminkan perluasan bertahap, namun masih terbatas dari pengembangan gudang di daerah tersebut.
Di sisi lain, mengutip riset Colliers Indonesia, penambahan pasokan gudang modern di Greater Jakarta baru-baru ini didukung oleh beberapa penyelesaian gudang baru di koridor timur, termasuk GLC Jakarta 1 yang dikembangkan oleh Genesis, serta Sinar Primera Industrial Narogong (Gudang 3) oleh Sinar Primera.
Baca juga: Pendapatan Sewa Gudang Mega Manunggal Property Bertumbuh
Pengembangan baru ini umumnya berada di dekat pusat industri dan logistik yang sudah mapan, di mana permintaan tetap paling kuat. Berlanjutnya penyelesaian proyek-proyek tersebut mencerminkan kepercayaan pengembang terhadap fundamental jangka panjang sektor logistik, terlepas dari ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung.
Daftar potensi tambahan gudang modern 2026-2029:
1). KIIC Warehouse 4, Karawang (45.000 m2)
2). SPIL Warehouse Daan Mogot, Daan Mogot (22.000 m2)
3). Daiwa Logistics (Phase 3 & 4), Cibitung (115.000 m2)
Baca juga: Okupansi Pergudangan Modern Bertengger di Level 87 Persen
4). EZA Hill Cikarang (Warehouse 2 & 3), Cikarang (52.000 m2)
5). Cibinong Logistics Hub, Cibinong (80.000 m2)
6). Sinar Primera Industrial Narogong, Bekasi (Warehouse 1,2, & 4) (132.360 m2)
7). Sinar Primera Industrial Cibitung, Cibitung (78.161 m2)
8). EZA Hill Cikarang (Warehouse 4), Cikarang (51.000 m2)
9). EZA Hill Cibitung (Warehouse 2 & 3), Cibitung (171.000 m2)
Sumber: Colliers, 2026
Baca juga: Kawasan Industri Jawa Diserbu Permintaan Baru, Sewa Gudang Sentuh 97 Ribu m² di 2025
(*)




