Bank Penyalur FLPP Terbesar Ketiga Mau Bagi Dividen Tunai Rp52 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI berencana membayarkan dividen tunai pada 8 Mei 2026/foto: tapera.go.id

Bukti pembayaran dividen tunai akan disampaikan oleh KSEI kepada pemegang saham melalui perusahaan efek dan/atau Bank Kustodian dimana pemegang saham membuka rekeningnya.

“Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI (‘pemegang saham warkat’), pembayaran dividen tunai akan ditransfer langsung ke rekening pemegang saham warkat,” kata manajemen BRI.

Bacaan Lainnya

 

Rumah Subsidi

Sementara itu, BRI tercatat menjadi bank penyalur kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau KPR FLPP pada 2025.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), tahun 2025, BRI menyalurkan KPR FLPP sebesar Rp4,06 triliun untuk sebanyak 32.206 rumah subsidi.

Baca juga: BRI Penyalur KPR FLPP Terbesar Ketiga 2025

Pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu setara dengan 11,55 persen dari total realisasi unit yang mendapat KPR FLPP pada 2025 yang sebanyak 278.868 rumah subsidi.

Dari sisi nilai, pangsa pasar BRI setara dengan 11,71 persen dari total realisasi penyaluran KPR FLPP tahun 2025 yang senilai Rp34,64 triliun.

Realisasi penyaluran KPR FLPP BRI pada 2025 melejit sekitar 99 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebanyak 16.196 unit.

Peningkatan juga ditorehkan dari sisi nilai, yakni melambung sekitar 99 persen mengingat pada 2024 masih sebesar Rp2,04 triliun.

Di sisi lain, peringkat pertama penyalur KPR FLPP terbesar pada 2025 ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN, yakni sebanyak 132.744 unit senilai Rp16,51 triliun.

Pangsa pasar BTN dari sisi unit sebesar 47,60 persen, sedangkan dari sisi nilai sebanyak 47,64 persen.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026

Di peringkat kedua terbesar adalah PT Bank Syariah Nasional (BSN), anak usaha BTN. Pada 2025, BSN menyalurkan KPR FLPP sebanyak 59.463 rumah subsidi senilai Rp7,30 triliun.

Anak usaha BTN itu menguasai pangsa pasar 21,32 persen dari sisi unit dan sebanyak 21,08 persen dari sisi nilai.

 

(*)

Pos terkait