Ketiga proyek tersebut menyumbang sekitar 62 persen terhadap total prapenjualan APLN tahun 2025, sisanya disetor oleh sejumlah proyek lainnya, misal, Parkland Podomoro Karawang, Jawa Barat sebesar Rp133,8 miliar.
Target Pendapatan Usaha
Sementara itu, selain mengincar marketing sales Rp1,5 triliun, pada 2026, APLN juga membidik penjualan dan pendapatan usaha sebesasr Rp3,7 triliun.
Target itu lebih besar sekitar 3 persen bila disandingkan dengan raihan penjualan dan pendapatan usaha APLN tahun 2025 yang sekitar Rp3,57 triliun.
Komposisi pemasukan APLN pada 2025 terdiri atas pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp1,36 triliun dan penjualan Rp2,21 triliun.
Baca juga: Begini Dampak Penjualan Hotel Pullman Ciawi bagi APLN
Sumber recurring income utama APLN datang dari bisnis hotel dan pusat perbelanjaan modern (mal). Khusus mal, pada 2025, APLN memiliki enama properti di antaranya Kuningan City, Jakarta dan Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur.
Tahun 2025, penjualan dan pendapatan usaha APLN bertumpu kepada penjualan rumah tinggal yang menyetor sekitar Rp1,06 triliun.
Segmen penjualan rumah tinggal menyumbang sekitar 30 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek Podomoro Golf View, Jawa Barat ini.
Penjualan rumah tinggal pemilik proyek Orchard Park Batam ini turun sekitar 17 persen pada 2025, mengingat setahun sebelumnya masih membungkus sebesar Rp1,28 triliun.
Penyumbang kedua terbesar terhadap pundi-pundi pemilik Pullman Grand Central ini datang dari bisnis hotel, yaitu sebesar Rp719,77 miliar.
Baca juga: Derap Penjualan Rumah Agung Podomoro Land
Bisnis hotel menyetor sekitar 20 persen terhadap total penjualan dan pendapatan usaha APLN tahun 2025.
Hingga tahun 2025, APLN memiliki tujuh hotel yang tersebar di sejumlah kota. Selain Pullman Grand Central, hotel APLN lainnya adalah Indigo Bali Seminyak dan Ibis Styles Grand Central.
Lalu, hotel milik APLN lainnya adalah Amaris Thamrin City, Harris Festival Citylink, Pop Festival Citylink, dan 101 Kelapa Gading.
Baca juga: Penjualan Agung Podomoro Land Sentuh Rp1,68 Triliun
(*)





