Triwulan Pertama 2026, Harga Properti Residensial Bertumbuh

Hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) menunjukkan harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas/foto: landbank.co.id

Di sisi lain, IHPR di sejumlah kota tercatat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, terutama di Padang dan Balikpapan yang masing-masing tumbuh sebesar 1,08 persen (qtq), dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,04 persen (qtq) dan tumbuh sebesar 0,14 persen (qtq).

 

Bacaan Lainnya

Harga yang Digemari

Sementara itu, kelompok harga rumah Rp500 juta hingga Rp1 miliar per unit menjadi yang paling digemari konsumen di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) serta Banten pada kuartal pertama 2026.

Dalam pantauan Indonesia Property Watch (IPW), dalam periode waktu itu porsi harga rumah mencapai 39,34 persen dari total rumah yang terjual.

Baca juga: Begini Harga Rumah di Beberapa Kota Pada 2025

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, IPW mencatat jumlah rumah yang terjual mencapai sebanyak 1.939 unit.

Sekalipun masih dominan, segmen harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar porsinya berkurang, mengingat pada kuartal keempat 2025 masih di angka 40,20 persen.

Kondisi sebaliknya justru dicatat oleh segmen harga kedua terbesar, yakni rentang Rp1-2 miliar yang komposisinya naik dari 30,00 persen menjadi 36,00 persen.

Bila rentang harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar turun 16,10 persen, segmen harga Rp1-2 miliar justru naik 2,9 persen pada kuartal pertam 2026.

“Pergeseran pasar masih terus terindikasi bergeser dengan konsentrasi penjualan di segmen harga Rp1-2 miliar,” dikutip dari riset IPW, Sabtu 9 Mei 2026.

Di posisi ketiga, segmen harga yang paling banyak diminati konsumen di Jabodebek Banten pada Januari-Maret 2026 adalah kelompok Rp300-500 juta per unit.

Baca juga: Tujuh Faktor yang Memengaruhi Harga Rumah di Jakarta Timur

Komposisi kelompok harga ini tercatat sebanyak 14,66 persen dari total rumah yang terjual di Jabodebek Banten per akhir Maret 2026.

Di posisi ketiga dan keempat yang diminati konsumen adalah rentang harga di atas Rp2 miliar sebanyak 6,04 persen dan harga di bawah Rp300 juta sebanyak 3,92 persen.

Untuk harga di atas Rp2 miliar, komposisinya menurun. Maklum, per akhir Maret 2025 komposisinya masih tercatat sebesar 8,50 persen.

“Sementara itu di kisaran harga rumah di bawah Rp500 juta masih terlihat rentan, cenderung menurun dengan pertumbuhan secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” dilansir riset IPW.

Baca juga: Daftar Kota yang Mengalami Kenaikan Harga Properti Versi SHPR Bank Indonesia

IPW menyatakan bahwa tren pasar yang terekam pada Januari-Maret 2026 berdasarkan sampling 73 proyek perumahan nonsubsidi di Jabodebek Banten.

Sampling itu diperkirakan mewakili sebesar 62,3 persen dari keseluruhan pasar perumahan di Jabodebek Banten pada periode itu.

(*)

Pos terkait