Selain itu, Kemenpar juga mendorong penguatan rantai nilai melalui program sertifikasi halal bagi pengusaha UMKM bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga saat ini, telah difasilitasi penerbitan 14.694 sertifikat halal di 391 desa wisata yang tersebar di 33 provinsi.
Upaya lain dilakukan melalui penyusunan standar nasional layanan pariwisata ramah Muslim bersama Bappenas dan Bank Indonesia guna menjamin konsistensi kualitas layanan di seluruh destinasi Indonesia. Kemenpar juga menghadirkan halaman khusus pariwisata ramah Muslim serta mendorong industri pariwisata untuk menyediakan paket wisata ramah Muslim, termasuk sebagai syarat partisipasi dalam berbagai pameran internasional.
Dalam kunjungan yang didampingi Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah dan anggota DPD RI Irman Gusman, Menpar juga meninjau potensi wisata gastronomi dengan mengunjungi Sate Mak Syukur, salah satu ikon kuliner daerah.
Menpar menegaskan Sumatra Barat memiliki kekuatan besar di sektor gastronomi, dengan ragam kuliner ikonis seperti rendang yang telah dikenal dunia. Untuk itu, Kemenpar akan terus mendorong pengembangan wisata gastronomi, termasuk mendukung upaya Pemerintah Kota Padang untuk meraih pengakuan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
Baca juga: Menebar Jurus Merangkul Pasar Dunia, Menjaring Wisman
“Kami bersama industri dan dinas pariwisata akan mengembangkan paket wisata yang mengangkat kekuatan gastronomi Kota Padang dan Sumatra Barat secara keseluruhan,” kata dia.
Sebagai bagian dari penguatan promosi, Kemenpar juga mendorong penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumatra Barat pada 2027, melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan di Bali, Yogyakarta, dan Solo.
Menpar kemudian melanjutkan kunjungan ke Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi yang dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner lokal.
Melalui kunjungan ini, Menpar juga menyerap berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan daerah terkait pengembangan pariwisata, mulai dari kebutuhan investasi, infrastruktur dasar, penyelenggaraan event, hingga penguatan promosi dan paket wisata. Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan perpanjangan landasan bandara di Mentawai untuk mendukung aksesibilitas destinasi.
Baca juga: Andre Rosiade Sediakan 250 Bus Gratis untuk Perantau Minang
“Kami ingin memastikan kebutuhan di destinasi dapat terpenuhi, baik dari sisi infrastruktur, investasi, maupun penguatan promosi, sehingga pariwisata dapat berkembang secara optimal,” kata Menpar.
(*)





