Jakarta, landbank.co.id– Destinasi wisata unggulan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) terus berbenah agar lebih menarik wisatawan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pernah menyebutkan bahwa kawasan Danau Toba merupakan salah satu lanskap alam paling ikonik di Indonesia yang lahir dari letusan vulkano-tektonik besar sekitar 7.400 tahun lalu dan menciptakan kaldera raksasa dengan luas lebih dari 7.000 kilometer persegi (km).
Selain itu, kawasan Danau Toba juga dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati endemik serta tradisi dan budaya Batak yang kaya dan terus hidup di sekitarnya.
Terkait pengembangan destinasi wisata itu Menteri (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A).
Baca juga: Kemenpar Fasilitasi Geopark Kaldera Toba Raih Kembali Green Card UNESCO
Selain itu, kata Menpar Widiyanti, pemerintah juga ingin memastikan sinkronisasi master plan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba agar pengembangan kawasan berjalan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam kunjungan kerja hari kedua, Jumat 17 April 2026, Menpar Widiyanti mengawali agenda di Pantai Bebas Parapat dan disambut oleh Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.
Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengembangan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
“Kami membahas rencana pengembangan atraksi baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan di kawasan pesisir Danau Toba,” kata Menpar Widiyanti dikutip Minggu 19 April 2026.
Agenda dilanjutkan dengan memimpin rapat koordinasi bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
Baca juga: Begini Eloknya Pantai Bulbul Balige
Rapat difokuskan pada evaluasi dan sinkronisasi program kerja lintas sektor, guna memastikan seluruh pengembangan di kawasan Danau Toba berjalan dalam satu visi besar yang terpadu.
Selanjutnya, Menpar Widiyanti meninjau panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom. Dalam kesempatan tersebut, ia berdiskusi bersama Bupati Danau Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, serta Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto.





