Pengembang Properti Rajin Pakai Dana Sendiri

Survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pendanaan pengembang properti dalam membangun residensial berasal dari dana internal/foto: landbank.co.id

Ketika itu, pemanfaatan pinjaman perbankan masih di angka 16,62 persen, sedangkan pembayaran dari konsumen sebesar 6,10 persen.

 

Bacaan Lainnya

Penjualan Rumah

Sementara itu, SHPR BI menyatakan bahwa terjadi penurunan penjualan rumah pada triwulan pertama 2026.

Menurut Ramdan Denny Prakoso, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe menengah meningkat, sedangkan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan besar belum kuat.

Baca juga: Data Backlog Perumahan Terbaru, Jakarta Tembus Satu Juta

“Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer turun sebesar 25,67 persen (year on year/yoy), setelah tumbuh sebesar 7,83 persen (yoy) pada triwulan IV 2025,” ujar Ramdan dikutip dari laman Bank Indonesia.

Mengutip SHPR BI, penurunan pertumbuhan penjualan rumah tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan rumah tipe kecil yang terkontraksi sebesar 45,59 persen (yoy), dari sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 17,32 persen (yoy).

Di sisi lain, penjualan rumah tipe menengah tumbuh sebesar 8,28 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 4,84 persen (yoy).

Sementara itu, penjualan rumah tipe besar masih mengalami kontraksi sebesar 8,03 persen (yoy), walaupun tidak sedalam kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 10,95% (yoy).

Baca juga: Pengembang Properti Kian Suka Pakai Dana Sendiri

Secara triwulanan, penjualan rumah pada triwulan I 2026 turut mencatatkan kontraksi sebesar 7,69 persen (quarter to quarter/qtq) dari sebelumnya tumbuh sebesar 2,01 peren (qtq) pada triwulan IV 2025.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penjualan rumah tipe besar yang terkontraksi sebesar 20,38 persen (qtq), dari sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 31,97 persen (qtq).

Selain itu, penjualan rumah tipe menengah juga mencatatkan kontraksi sebesar 10,72 persen (qtq), dari sebelumnya tumbuh sebesar 8,59 persen (qtq).

Sementara itu, penjualan rumah tipe kecil mengalami kontraksi lebih dalam menjadi 14,68 persen (qtq) pada triwulan I 2026 dari kontraksi 7,43 persen (qtq) pada triwulan IV 2025.

Baca juga: Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen

(*)

Pos terkait