Kehilangan penglihatan tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga memengaruhi produktivitas serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Melalui program ini, Summarecon berharap dapat membantu menekan risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui tindakan operasi katarak.
Rasa syukur turut disampaikan salah satu peserta operasi katarak gratis, Yayah (60), yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul gelas plastik. Ia mengaku sempat pasrah dengan kondisi penglihatannya karena tidak memiliki biaya untuk menjalani operasi.
“Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya operasi katarak gratis ini. Kini saya bisa melihat lagi dengan jelas dan bisa kembali bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.
Program operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial berkelanjutan yang dijalankan Summarecon. Selain layanan kesehatan, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti bedah fasilitas umum, program bedah 500 rumah, pemberian beasiswa, bantuan sarana pendidikan, hingga program Summarecon Mengajar.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Summarecon terus memperkuat komitmennya untuk tidak hanya membangun kawasan hunian dan komersial, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.





