Kunjungan Wisman Tumbuh 8,62 Persen, Menpar: Kepercayaan Global Kuat

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari-Maret 2026 naik 8,62 persen bila disandingkan periode sama 2025/foto: landbank.co.id

Ditinjau menurut jenis pengeluaran, mengutip data BPS, belanja wisman pada kuartal pertama 2026 masih didominasi oleh akomodasi (37,23 persen), diikuti makan minum (20,17 persen).

“Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” kata Menteri Widiyanti.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, dari sisi wisatawan Nusantara (wisnus), tercatat adanya 126,34 juta perjalanan pada Maret 2026 yang meningkat 42,10 persen dibandingkan Maret 2025.

Peningkatan ini utamanya dipicu momen libur Nyepi dan Idul Fitri di Maret 2026, disertai peningkatan konsumsi masyarakat.

Baca juga: Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

Secara kumulatif Januari-Maret 2026, perjalanan wisatawan nusantara mengalami peningkatan sebesar 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan dari semula 282,41 juta perjalanan.

Kementerian Pariwisata juga memantau perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri atau wisatawan nasional (wisnas).

Sebanyak 793.158 perjalanan wisatawan nasional tercatat pada Maret 2026, meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025, kemungkinan dipengaruhi oleh momen libur hari raya keagamaan.

Masih mengutip data BPS, sepanjang Januari hingga Maret 2026, total jumlah perjalanan ke luar negeri tercatat sebanyak 2,50 juta perjalanan, atau mengalami kenaikan sebesar 7,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, menurut Kemenpar, kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 maupun secara kumulatif Januari–Maret 2026 masih melampaui jumlah perjalanan wisatawan nasional dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Baca juga: Dua Bulan, Kunjungan Wisman Sentuh 2,35 Juta

Pada Maret 2026 tercatat surplus sebesar 0,30 juta kunjungan, sementara periode Januari–Maret 2026 mencatat surplus 0,94 juta kunjungan. Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia.

 

(*)

Pos terkait