Investasi Data Center Jadi Katalis Batam, Begini Kata Akademisi
Batam, Kepulauan Riau dinilai memiliki modal geografis dan ekonomi untuk dikembangkan menjadi pusat investasi global-landbank.id-paramadina
Jakarta, landbank.co.id- Batam, Kepulauan Riau dinilai memiliki modal geografis dan ekonomi untuk dikembangkan menjadi pusat investasi global.
Karena itu, laju investasi di Batam terlihat terus berdenyut, termasuk datang dari kalangan dunia usaha pusat data (data center).
Dalam kaca mata Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, Batam memiliki peluang untuk berkembang menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.
BACA JUGA:Nongsa Digital Park Batam Mendapat Pujian Menekraf
Didik melihat dinamika geopolitik Timur Tengah dapat mendorong investor melakukan diversifikasi geografis. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menawarkan alternatif investasi yang aman dan kompetitif.
“Dubai, Abu Dhabi, atau Qatar tidak memang sedang mengalami eksodus investasi besar-besaran. Tetapi gerak investasinya pasti melambat. Peluang alternatif pergeseran investasi karena masalah geopolitik ini sebenarnya bisa menempatkan Indonesia menerima luapan gerak investasi tersebut,” kata dia dalam keterangan tertulis dikutip, Minggu, 4 Oktober 2026.
Dia menilai Batam merupakan salah satu kawasan yang dapat memanfaatkan peluang tersebut karena kedekatannya dengan Singapura dan posisi strategisnya di kawasan Asia.
BACA JUGA:Soal Relaksasi BPHTB, Begini Komentar REI Batam
Didik mengatakan, pengembangan Batam sebagai kawasan ekonomi telah dirancang sejak era 1980-an. Karena itu, Batam memiliki modal geografis dan ekonomi untuk dikembangkan menjadi pusat investasi global.
“Pilih saja fokus kebijakan ke Batam, kawasan ekonomi sudah direncanakan maju mengikuti Singapura sejak tahun 1980-an oleh Prof. Habibie,” tutur Didik.
Dia menambahkan, dengan jumlah penduduk yang kini lebih dari 2 juta jiwa, Batam memiliki peluang untuk berkembang menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.
BACA JUGA:Tambah Land Bank di Batam, Omzet PURI Diprediksi Terkerek
Menurut Didik, perkembangan Batam juga ditopang oleh hubungan ekonomi yang erat dengan Singapura.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal yang lalu mencapai 7 persen dan dinamis karena saling berinteraksi dengan Singapura, yang sudah penuh sesak.”