Landbank BSDE Tumbuh 2 Persen, Siapkan Rp2,51 Triliun Akuisisi Lahan
Luas tanah yang belum dikembangkan (landbank) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) bertumbuh sekitar 2 persen pada semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025-landbank.id-sml
Jakarta, landbank.co.id- Luas tanah yang belum dikembangkan (landbank) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) bertumbuh sekitar 2 persen pada semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, landbank PT Bumi Serpong Damai Tbk pada semester pertama 2025 seluas 4.380 hektare, sedangkan pada periode sama 2026 sekitar 4.453 hektare.
Nilai landbank PT Bumi Serpong Damai Tbk pada periode Januari-Juni 2026 setara dengan sekitar Rp18,64 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 senilai Rp17,55 triliun.
Persediaan tanah yang belum dikembangkan itu setara dengan sekitar 23 persen dari total aset Perseroan per akhir Juni 2026 yang sebesar Rp81,94 triliun.
BACA JUGA:Pendapatan Usaha BSDE Turun 26 Persen
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, landbank terbesar emiten properti yang mengusung kode saham BSDE di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ada di area proyek BSD City, yakni 1.963 hektare dengan nilai sekitar Rp8,50 triliun.
Luas persediaan lahan di BSD City per akhir Juni 2026, lebih rendah sekitar 1 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025 yang sekitar 1.977 hektare.
Sekalipun luasannya lebih rendah, namun nilai cadangan lahan di BSD City pada semester pertama 2026 terlihat naik sekitar 9 persen, mengingat per akhir Juni 2025 masih setara dengan Rp7,78 triliun.
Persediaan lahan di BSD City setara dengan sekitar 44 persen dari total landbank BSDE dalam rentang periode enam bulan pertama 2026.
Cadangan lahan terbesar kedua yang dikoleksi BSDE ada di proyek Harvest City. Luas lahan di proyek yang terletak di Bekasi dan Bogor itu mencapai sekitar 682 hektare.
BACA JUGA:Landbank BSDE Tembus 4.380 Hektare
Masih mengutip laporan keuangan BSDE, nilai landbank di Harvest City per akhir Juni 2026 setara dengan sekitar Rp2,39 triliun, sedangkan kontribusinya terhadap total luas cadangan lahan sekitar 15 persen.
Berbeda dengan di BSD City, landbank BSDE di Harvest City luasnya bertambah bila disandingkan dengan semester pertama 2025 yang masih bertengger di sekitar 641 hektare.
Proyek Harvest City dikembangkan oleh anak usaha BSDE, yakni PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM).
Selebihnya, landbank BSDE tersebar di 21 lokasi berbeda, yaitu mulai dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Makassar, Palembang, Balikpapan hingga Samarinda.
Optimisme Properti
BSDE mengaku bahwa pihaknya memerkuat landbank sebagai strategi menjaga keberlanjutan pipeline proyek dalam jangka panjang.
Upaya memerkuat landbank itu tercermin dari pengalokasian sekitar 77 persen dari total belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 sebagai belanja akuisisi lahan.
BACA JUGA:Deretan Bangunan Hijau Terkini BSDE
Tahun 2026, kelompok usaha Sinar Mas Land (SML) ini menyiapkan capex sebesar Rp3,25 triliun, sedangkan untuk akusisi lahan sekitar Rp2,51 triliun.
Getolnya pembelian lahan diakui sebagai bagian dari strategi BSDE dalam memerkuat pipeline pengembangan proyek-proyek masa depan.
Maklum, memasuki semester kedua 2026, BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional.
Optimisme pemilik proyek mega township BSD City, Tangerang, Banten ini didukung oleh sejumlah faktor, yaitu kebutuhan hunian yang masih tinggi.
Lalu, pengembangan kawasan terpadu, serta semakin bertumbuhnya kontribusi pendapatan berulang.
BSDE mengaku akan terus berfokus pada pengembangan proyek-proyek unggulan, memerkuat monetisasi properti investasi, menjaga disiplin pengelolaan biaya, serta meningkatkan nilai tambah ekosistem township yang telah menjadi keunggulan kompetitif BSDE.
BACA JUGA:Prapenjualan BSDE 10 Tahun Terakhir
“Kami meyakini bahwa fundamental BSDE yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, portofolio proyek yang berkualitas, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus bertumbuh, akan menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” kata Hermawan Wijaya, direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Ke depan, tambah dia, BSDE terus mengedepankan inovasi, efisiensi operasional, serta pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.
(*)