ACES Siap Rogoh Kocek Rp450 Miliar, Bidik 80 Toko Baru

ACES Siap Rogoh Kocek Rp450 Miliar, Bidik 80 Toko Baru

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) berencana membuka 65-80 toko baru pada 2026. Karena itu, ACES menyiapkan modal kerja berkisar Rp400-450 miliar-landbank.id-aces

Jakarta, landbank.co.id- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) atau AHI menyiapkan modal kerja (capital expenditure/capex) berkisar Rp400 miliar hingga Rp450 miliar pada 2026.

Berbekal capex sebesar itu PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk mematok target pembukaan toko baru berkisar 65-80 unit sepanjang tahun ini.

Toko baru yang akan dibuka emiten berkode saham ACES di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mencakup berkisar 25–30 toko AZKO dan 40–50 toko NEKA.

BACA JUGA:ADCP Proses Serah Terima 2.404 Unit Properti

Manajemen ACES mengaku bahwa hingga semester pertama 2026, realisasi capex mencapai Rp91 miliar yang diutamakan untuk pembukaan toko baru dan renovasi toko existing, sejalan dengan rencana Perseroan untuk merealisasikan porsi investasi yang lebih besar pada semester kedua 2026.

Hingga semester pertama 2026, ACES memiliki 373 gerai yang terdiri atas 274 gerai AZKO, 79 toko Toys Kingdom, dan 20 unit toko NEKA.

“Hingga Agustus 2026, telah dibuka 15 toko AZKO dan 16 toko NEKA,” papar manajemen ACES dikutip Jumat, 11 September 2026.

Mengutip Laporan Tahunan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 2025, ACES menambah 27 gerai baru pada tahun lalu sehingga total jumlah toko yang dimiliki mencapai 382 unit.

BACA JUGA:Leads Property: Jakarta Menjanjikan bagi Peritel

Toko itu mencakup AZKO 265 unit, Toys Kingdom (78 unit), Ataru (26 unit), Pendopo (3 unit), dan NEKA (10 unit) yang tersebar di 90 kota dan 31 provinsi di Indonesia.

 

Ekspansi dan Jaga Pertumbuhan

Sementara itu, sepanjang semester pertama 2026, AHI membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp390,3 miliar, meningkat 33,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Raihan itu seiring dengana pertumbuhan penjualan bersih yang menyentuh 6,3 persen year on year (yoy) ke level Rp4,5 triliun per akhir Juni 2026.