ADCP Jajaki Investor dan Kontraktor Strategis

ADCP Jajaki Investor dan Kontraktor Strategis

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan bahwa anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) tengah menjajaki mitra untuk memerkuat kinerja-landbank.id-landbank.id

Jakarta, landbank.co.id- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan bahwa anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) tengah menjajaki mitra untuk memerkuat kinerja.

“ADCP sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap,” terang Rozi Sparta, direktur Portofolio Bisnis & Risiko, corporate secretary PT Adhi Karya Tbk, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.

Dia menambahkan, saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek.

Pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), mengharuskan ADCP untuk menyediakan kawasan lahan disekitar area stasiun transportasi umum, yakni Commuter Line, LRT, dan BRT, termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung.

Dia menerangkan,  sisi lain, kondisi pasar properti dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih turut mempengaruhi tingkat penjualan produk, sehingga berdampak pada penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek.

BACA JUGA:Begini Bisnis Properti Adhi Karya Terkini

Menurut Achmad Wachid Abdullah, direktur keuangan PT Adhi Commuter Properti Tbk, salah satu strategi pihaknya saat ini adalah menjajaki kerja sama dengan mitra strategis, termasuk melalui skema turnkey dan bentuk kerja sama lainnya, untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek.

“Selain itu, Perseroan melakukan optimalisasi aset lahan, serta kerja sama pemanfaatan lahan dengan investor yang memiliki pengalaman,” ujarnya.

Salah satu proyek yang tengah dicarikan mitra untuk pengembangannya adalah LRT City Cibubur.

Dia menerangkan, serapan pasar yang belum optimal, sehingga arus kas masuk yang diterima Perseroan dari hasil penjualan belum mencukupi untuk mendanai pengembangan proyek tersebut secara mandiri.

Achmad menjelaskan, sehubungan dengan kondisi tersebut, Perseroan memerlukan skema kerja sama dengan kontraktor turnkey sebagai alternatif strategi pembangunan, di mana kontraktor akan bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan proyek dengan skema pendanaan tertentu, sehingga dapat mengurangi ketergantungan Perseroan terhadap pendanaan internal semata.

BACA JUGA:Adhi Commuter Properti Percepat Arus Kas Masuk

“Saat ini, Perseroan masih dalam proses pencarian dan seleksi kontraktor turnkey yang sesuai, dan akan terus melakukan evaluasi guna mempercepat realisasi pembangunan proyek LRT City Cibubur ke depan,” kata dia.

Mengutip Laporan Keuangan Tahunan (LKT) 2025 ADCP, realisasi penyelesaian proyek LRT Cibubur sebesar 26 persen, sedangkan estimasi penyelesaian proyek pada 2029.

 

Penjualan ADCP

Sementara itu, Rozi menerangkan, ADCP memiliki 13 proyek on hand yang terdiri atas enam proyek yang telah selesai dan beroperasi, yakni empat apartemen, satu perumahan rumah tapak (landed house), dan satu gedung perkantoran (office tower).

Selain itu, tambah dia, sisanya adalah proyek yang masih dalam tahap pembangunan (under construction).

BACA JUGA:ADHI Raup Rp256,65 Miliar dari Bisnis Properti dan Hospitality

“Dari keseluruhan proyek tersebut, terdapat total 9.839 unit hunian. Hingga saat ini, sebanyak 5.392 unit telah terjual. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen,” jelas Rozi.

Menurut Rozi, sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, ADCP tidak hanya bertumpu pada penjualan unit hunian, tetapi telah mengembangkan dan mengoperasikan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

ADCP telah menyelesaikan pengembangan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 m2, serta mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.

Di sisi lain, Rozi menyatakan bahwa ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit.

BACA JUGA:Penjualan LRT City Ciracas Tumbuh 29 Persen

Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia.

 

(*)