Adhi Karya Kumpulkan Pemegang Saham, Cek Agendanya
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tentang restrukturisasi perusahaan pada penghujung September 2026-landbank.id-capture adhi
Jakarta, landbank.co.id- PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana mengumpulkan para pemegang saham untuk membahas agenda penting pada penghujung September 2026.
Mengutip publikasi Perseroan, emiten berkode saham ADHI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Rabu, 30 September 2026 di Jakarta.
Manajemen ADHI menerangkan, agenda acara dalam RUPSLB kali ini mencakup rencana restrukturisasi dan pinjaman dari bank.
"Perseroan berencana melakukan restrukturisasi dalam rangka Penyehatan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 dan Pasal 122 Peraturan Menteri BUMN Nomor PER2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara sehingga membutuhkan persetujuan dari RUPS," papar manajemen ADHI dikutip Rabu, 9 September 2026.
Dalam melakukan restrukturisasi dalam rangka penyehatan Perseroan, jelas manajemen ADHI, direksi Perseroan akan melakukan restrukturisasi atas pinjaman bank dan/atau non-bank yang diwujudkan dengan dilakukannya penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA).
BACA JUGA:Begini Bisnis Properti Adhi Karya Terkini
"MRA akan mengkonversi pinjaman-pinjaman jangka pendek Perseroan menjadi pinjaman jangka menengah dan/atau jangka panjang, sehingga berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dibutuhkan persetujuan dari RUPS atas hal tersebut," jelas manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Sementara itu, ADHI mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat portofolio pada sektor konstruksi dan infrastruktur sebagai bagian dari fokus Perseroan pada bisnis inti.
BACA JUGA:Adhi Commuter Properti Percepat Arus Kas Masuk
Dari total perolehan kontrak baru tersebut, sekitar Rp5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO), sedangkan sekitar Rp2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO). Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini engineering & construction sebesar 92 persen, diikuti property & hospitality sebesar 3 persen, manufacture sebesar 3 persen, serta investment sebesar 2 persen.
Dominasi lini engineering & construction menunjukkan semakin kuatnya fokus Perseroan pada kompetensi inti konstruksi dan infrastruktur.