Selain itu, BP Tapera juga berkolaborasi dengan 5.961 pengembang properti dari 21 asosiasi developer. Mereka membangun 7.863 perumahan.
Bank Penyalur
Bank penyalur terbesar dalam rentang Januari-April 2026 ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Dalam empat bulan 2026, BTN menyalurkan KPR FLPP sebanyak 25.034 unit setara dengan sekitar Rp3,12 triliun yang tersebar di 312 kabupaten dan kota.
Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026
Dalam menyalurkan KPR FLPP tersebut BTN menggandeng 3.626 pengembang properti yang berasal dari 21 asosiasi developer. Mereka membangun 4.543 perumahan di Indonesia.
BTN menguasai sebesar 45,96 persen dari total unit penyaluran KPR FLPP Januari-April 2026, sedangkan dari sisi nilai porsinya 46,08 persen.
Pangsa pasar BTN lebih besar lagi bila digabungkan dengan anak usaha, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Total penyaluran KPR FLPP BTN sepanjang Januari-April 2026 sebanyak 37.811 unit senilai Rp4,69 triliun dengan pangsa pasar masing-masing 69,42 persen dan 69,28 persen.
Pada rentang Januari-April 2025, penyaluran KPR FLPP BTN, termasuk anak usaha, sebanyak 61.783 unit senilai Rp7,63 triliun dengan pangsa pasar masing-masing 75,54 persen dan 74,31 persen.
Baca juga: Menteri PKP Dorong Target FLPP 2026 Lampaui Sasaran
Di luar BTN, bank penyalur kedua terbesar pada Januari-April 2026 adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), yakni sebanyak 5.480 unit senilai Rp682,20 miliar, sedangkan pangsa pasarnya masing-masing 10,06 persen dan 10,07 persen.
Realisasi penyaluran KPR FLPP BRI tersebut menyebar di 195 kabupaten dan kota dari 30 provinsi di Indonesia.
Untuk mereaisasikannya, BRI menggandeng 1.075 pengembang properti dari 16 asosiasi developer. Mereka membangun 1.367 perumahan.
Penyaluran KPR FLPP BRI empat bulan pertama 2026 lebih rendah bila disandingkan dengan periode yang sama 2025. Ketika itu, realisasi BRI sebanyak 6.888 unit senilai Rp872,75 miliar.
Baca juga: Lima Bank Penyalur KPR Subsidi Terbesar 2026, BTN Dominan
Namun, pangsa pasar BRI tercatat meningkat, mengingat per akhir April 2025 pangsa pasar BRI masih di level 8,31 persen dari sisi unit dan 8,50 persen dari sisi nilai.
(*)





