Dari Aceh Berkumandang Arsitektur Mitigasi Bencana

Peran arsitektur bertransformasi tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana dan ketahanan nasional/foto: kemenekraf

Menteri Ekraf menambahkan, pada 2024, subsektor arsitektur menyerap sekitar 61.442 tenaga kerja dengan nilai PDB mencapai lebih dari US$2,1 miliar serta total investasi sekitar 22 juta dolar AS.

“Hal ini menunjukkan bahwa para arsitek di Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian nasional,” ujar Menteri Ekraf.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang bertempat di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh tersebut menjadi forum global untuk membahas pengurangan risiko, penguatan ketangguhan, serta pemulihan berbasis pendekatan arsitektural. Konferensi ini juga menandai penyelenggaraan perdana agenda UIA di Indonesia sejak organisasi tersebut berdiri pada 1948.

Menteri Ekraf menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk kerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Menurut Teuku Riefky Harsya, peran arsitektur bertransformasi tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana dan ketahanan nasional.

Baca juga: Arsitek Berpotensi Buka Peluang Lapangan Kerja Berkualitas

“Kami terus berkolaborasi dengan hexahelix untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk kemitraan dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi arsitektur di Indonesia,” tutur dia.

Menteri Ekraf menegaskan, arsitektur juga kini bertransformasi dari seni merancang menjadi ilmu tentang keberlangsungan hidup.

“Melalui inovasi desain, arsitek dapat mengubah ‘bahaya’ menjadi ‘risiko yang terkelola’. Kementerian Ekraf mendukung upaya penanggulangan bencana yang dipimpin oleh para pelaku ekonomi kreatif, karena mereka merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.

Melalui partisipasi dalam forum ini, Kementerian Ekraf menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran arsitektur sebagai salah satu subsektor strategis yang mampu berkontribusi pada ketahanan ekonomi sekaligus menjawab tantangan global terkait bencana.

Di sisi lain, Kementerian Ekraf memperkuat kapasitas arsitek Indonesia dalam menghadapi risiko multi-bencana sekaligus mendorong transformasi praktik arsitektur yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

Untuk itu Kementerian Ekraf menghadirkan Architecture Acceleration Workshop (AAW) dalam rangkaian Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) International Conference on Natural & Human Disasters 2026.

Baca juga: Quadra Gallery Signature Gabungkan Arsitektur Modern Kontemporer dengan Budaya Bali

Workshop tersebut juga membuka ruang kolaborasi lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN dan tingkat global, dengan menghadirkan perspektif lokal maupun internasional dalam pengembangan arsitektur yang tangguh dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa ketangguhan harus menjadi bagian integral dalam ekosistem arsitektur nasional, tidak hanya sebatas konsep desain semata.

Resilience bukan hanya konsep desain, tetapi harus menjadi kerangka kebijakan, kerangka bisnis, dan kerangka praktik profesional. Ke depan, kita membutuhkan arsitek yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi mampu mengantisipasi, merancang sistem, dan menciptakan nilai ekonomi dari solusi ketahanan itu sendiri,” kata Yuke Sri Rahayu, Sabtu 18 April 2026.

Dia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pendekatan baru dalam praktik arsitektur di Indonesia yang lebih strategis dan berdampak luas terhadap pembangunan nasional maupun regional.

Baca juga: IAI Umumkan Syarat Khusus Seleksi Calon Anggota Panel: Wajib Profesional dan Berpengalaman

Workshop ini harus menjadi titik awal untuk melahirkan pendekatan baru di mana arsitektur menjadi bagian dari solusi strategis pembangunan nasional dan regional. Akhirnya, saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” tambahnya.

 

(*)

Pos terkait