2026, Sentul City Bidik Marketing Sales Rp1,73 Triliun

PT Sentul City Tbk (BKSL) membidik penjualan pemasaran (marketing sales) atau prapenjualan sebesar Rp1,73 triliun pada 2026/foto:springcity-sentul.com

Rumah tapak di Spring Residence mempunyai fasilitas yang lengkap di dalam hunian serta fitur Smart Home System yang memberikan kemudahan dan kenyamanan maksimal bagi para penghuninya.

 

Bacaan Lainnya

Laba Melejit

Sementara itu, sepanjang kuartal pertama 2026, pendapatan BKSL naik sekitar 29 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada Januari-Maret 2026, pendapatan BKSL sebesar Rp360,44 miliar, sedangkan per akhir Maret 2025 senilai Rp278,75 miliar.

Baca juga: Aset Sentul City Menggeliat

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, mayoritas pendapatan BKSL bersumber dari penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen yang menyetor Rp296,20 miliar.

Pendapatan dari segmen tersebut setara dengan sekitar 82 persen dari total pendapatan Perseroan per akhir Maret 2026.

Pemasukan lain BKSL datang dari hotel, restoran, dan taman hiburan, yakni sebesar Rp40,72 miliar atau setara sekitar 11 persen.

Selain itu, masih mengutip laporan keuangan Perseroan, BKSL punya pemasukan dari pendapatan pengelolaan kota, yakni Rp23,52 miliar setara sekitar 7 persen.

Baca juga: Jual Lahan ke Grup Genting, Sentul City Raih Rp1,6 Triliun

Seiring peningkatan pendapatan, laba bersih BKSL sepanjang Januari-Maret 2026 melejit sekitar 4.016 persen bila dibandingkan dengan raihan pada periode yang sama 2025.

Per akhir Maret 2026, laba bersih BKSL tercatat sebesar Rp34,66 miliar, sedangkan pada tiga bulan pertama 2025 senilai Rp842,32 juta.

Sementara itu, total aset BKSL tercatat sebesar Rp22,74 triliun per akhir Maret 2026, sedangkan pada akhir Desember 2025 senilai Rp21,26 triliun.

Liabilitas BKSL juga naik, yakni dari Rp5,27 triliun pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp6,71 triliun per akhir Maret 2026.

Baca juga: Eks Bos Bakrieland Pimpin Sentul City, Ini Profilnya

Peningkatan juga terjadi di sisi ekuitas, bila semula senilai Rp15,99 triliun pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp16,03 triliun pada kuartal pertama 2026.

Para pemegang saham BKSL per akhir Maret 2026 terdiri atas PT Sakti Generasi Perdana sebesar 65,27 persen, Stella Isabella Djohan 6,70 persen, PT Samuel Sekuritas Indonesia 5,56 persen, dan masyarakat 22,47 persen.

 

(*)

Pos terkait