Selebihnya, yakni 57 persen disumbang oleh pendapatan dari bisnis hotel senilai Rp5,59 miliar. Pendapatan bisnis hotel naik sekitar 24 persen bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2025 yang masih di posisi Rp4,52 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan LAND sepanjang Januari-Maret 2026 turun sekitar 13 persen bila disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Pada kuartal pertama 2026, mengutip laporan keuangan Perseroan, pendapatan LAND tercatat sekitar Rp9,77 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 besar Rp11,28 miliar.
Sekalipun pendapatan menurun, LAND mampu mendongkrak laba bersih pada kuartal pertama 2026 sekitar 165 persen bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2025.
Baca juga: Trimitra Land Membalikkan Keadaan
Pada tiga bulan pertama 2026, laba bersih LAND tercatat sebesar Rp359,64 juta, sedangkan pada akhir Maret 2025 masih bertengger di posisi Rp135,64 juta.
Sementara itu, per akhir Maret 2026, mengutip laporan keuangan Perseroan, jumlah aset LAND tercatat Rp815,00 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan torehan akhir 2025 yang sekitar Rp786,49 miliar.
Lalu, jumlah liabilitas LAND naik dari Rp327,64 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp355,79 miliar per akhir Maret 2026.
Nyaris senada, posisi ekuitas LAND juga naik menjadi Rp459,21 miliar pada akhir Maret 2026 disandingkan dengan raihan penghujung 2025 yang senilai Rp458,86 miliar.
Baca juga: PPN DTP Properti 100 Persen Diperpanjang hingga 2027, Begini Alasan Purbaya
Per akhir Maret 2026, para pemegang saham LAND terdiri atas PT Graha Mulia Indotama sebesar 36,88 persen, PT Tridaya Bangun Cipta 35,43 persen, dan masyarakat 27,69 persen.
(*)





