Summarecon Beri Sinyal Terus Tambah Lahan, Punya Landbank 1.800 Hektare

Hingga pertengahan 2026, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memiliki cadangan lahan (landbank) sekitar 1.800 hektare/foto: capture smra

Proyek yang dikembangkan sejak tahun 2018 ini memiliki total area seluas 343 hektare, sedangkan yang sudah terbangun hingga kuartal pertama 2026 mencapai 33 hektare atau sekitar 10 persen.

Kini, di proyek tersebut telah dibangun lebih dari 820 rumah dan lebih dari 30 rumah toko.

Bacaan Lainnya

“Untuk bagian properti investasi kami sedang melakukan pembangunan Summarecon Mall Makassar dengan project cost Rp600 miliar dengan target selesai pada kuartal pertama tahun 2028,” papar manajemen SMRA.

Di sisi lain, untuk cadangan lahan di proyek kota terpadu (township) pertama Perseroan, yakni Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, dari 550 hektare lahan yang ada, telah terbangun 548 hektare sehingga lahan tersedia untuk dibangun seluas 2 hektare.

Baca juga: Summarecon Bidik Pertumbuhan Lewat Township Berkelanjutan

Di proyek yang dikembangkan Summarecon sejak tahun 1975 itu telah terbangun lebih dari 30 ribu rumah dan lebih dari 2.120 rumah toko, serta lebih dari 2.850 unit apartemen.

Summarecon Kelapa Gading adalah township pertama, ketersediaan lahan sudah sangat terbatas. Masih akan ada beberapa komersial dan hunian bersifat vertikal. Perseroan melalui tim business development masih terus mengkaji konsep pengembangan yang mampu menghadirkan produk berkualitas,” jelas manajemen Summarecon.

Terkait pengembangan rumah toko, manajemen Summarecon mengaku bahwa pihaknya mempertimbangkan banyak aspek.

“Dalam membangun ruko-ruko, perseroan mempertimbangkan berbagai aspek seperti lokasi, traffic pengunjung, dan kesesuaian tenant untuk daerah tersebut. Untuk menjaga keberlangsungan aktivitas komersial, perseroan menerapkan proses kurasi terhadap calon tenant maupun pemilik usaha. Langkah ini dilakukan agar kawasan komersial dapat berkembang optimal dan mendukung kenyaman dari berbagai pelaku usaha,” urai manajemen SMRA.

Baca juga: Laba Summarecon Agung Relatif Stabil, Raih Rp317 Miliar

Sementara itu, mengutip laporan keuangan Perseroan, total nilai tanah yang belum dikembangkan milik Summarecon mencapai sekitar Rp10,08 triliun per akhir Maret 2026, sedangkan pada akhir 2025 masih sekitar Rp9,85 triliun.

 

(*)

 

 

Pos terkait