Program Bedah Rumah DKI Jakarta 2026 Capai 10.300 Unit

Program Bedah Rumah DKI Jakarta 2026 Capai 10.300 Unit

Program Bedah Rumah di Provinsi DKI Jakarta pada 2026 menjadi 10.300 unit, naik signifikan dibandingkan 158 unit pada 2025.--Kementerian PKP

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengkaji aspek legalitas lahan yang digunakan untuk pelaksanaan Program Bedah Rumah. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian hukum dan memperlancar pelaksanaan program bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Terima kasih Bapak Menteri PKP, Mendagri, dan Kepala BPS sudah masuk ke Kampung Ambon dan menemukan rumah yang tepat sasaran untuk dibedah,” ujar Dadang.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat.

"Program terpadu seperti ini yang sudah dilakukan Pak Ara bersama Kementerian ATR/BPN dan PNM sangat bermanfaat untuk rakyat kecil dan kami sebagai pemerintah akan terus bekerja keras lagi untuk melaksanakan program-program terpadu ini,” ujar Tito.

Dalam dialog bersama warga, Maruarar menyampaikan bahwa penanganan rumah tidak layak huni perlu didukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Karena itu, pemerintah mendorong integrasi program perbaikan rumah dengan pemberdayaan ekonomi serta kepastian hukum atas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Kementerian PKP berkolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam program pemberian satu juta sertifikat rumah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan rumah sekaligus meningkatkan rasa aman dalam menempati hunian.

Selain itu, Menteri PKP menyosialisasikan dukungan permodalan usaha melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat ekonomi keluarga. Di DKI Jakarta, sekitar 250.000 masyarakat disebut telah diberdayakan melalui program PNM.

Dalam peninjauan calon penerima bantuan di Kampung Ambon pada Sabtu (24/10/2026), Maruarar didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto, dan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Rombongan berdialog dengan tiga calon penerima bantuan, yakni Ester Yacoba Sumakul, Ronald Yeesy Teterissa, dan Saamena A.C., sekaligus meninjau kondisi rumah mereka.

Turut hadir Direktur Jenderal Perkotaan Sri Haryati, Staf Khusus Menteri Kiki Sidabutar dan Novelin Silalahi, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Anggoro Putro, serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa I Elias Wijaya Panggabean beserta jajaran. (*)