Agung Podomoro Land Raup Rp537,40 Miliar dari Penjualan Rumah
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mampu meraup sekitar Rp537,40 miliar dari penjualan rumah tinggal sepanjang semester pertama 2026-landbank.id-bukitpodomoro.com
Jakarta, landbank.co.id- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mampu meraup sekitar Rp537,40 miliar dari penjualan rumah tinggal sepanjang semester pertama 2026.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, emiten berkode saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencetak pertumbuhan penjualan rumah tinggal sekitar 8 persen pada periode enam bulan pertama 2026.
Maklum, pada periode sama 2025, penjualan rumah tinggal PT Agung Podomoro Land Tbk masih bertengger di angka Rp498,88 miliar.
BACA JUGA:Agung Podomoro Land Bungkus Penjualan Apartemen Rp4,87 Triliun, 2021-2025
Penjualan rumah tinggal menjadi satu-satunya segmen yang menorehkan pertumbuhan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Seluruh sumber pendapatan APLN harus puas mencatat penurunan pendapatan dalam periode Januari-Juni 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.
Misal, penjualan apartemen turun dari semula Rp355,52 miliar menjadi Rp278,88 miliar. Begitu juga dengan penjualan rumah toko, yakni menjadi Rp62,42 miliar dari semula Rp119,71 miliar.
BACA JUGA:Agung Podomoro Land Membalikkan Keadaan
Terdapat satu sumber pendapatan yang cukup signifikan pada semester pertama 2026, yakni penjualan pusat perbelanjaan. Dari segmen ini APLN membungkus pendapatan Rp2,20 triliun. Sebaliknya, per akhir Juni 2025, APLN tidak mencatat penjualan pusat perbelanjaan.
"Pada tanggal 8 Januari 2026, SMD (entitas anak) telah melakukan penjualan 37 SHMSRS Mal Deli Park Medan dengan PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) sebagai pembeli dengan nilai Rp2,20 triliun," urai manajemen APLN dalam laporan keuangan per akhir Juni 2026.
Terkait bisnis rumah tinggal, APLN memiliki sejumlah proyek yang tersebar di beberapa kota, di antaranya adalah Podomoro Park Bandung, Jawa Barat.
BACA JUGA:Penjualan Rumah Agung Podomoro Land Sentuh Rp1 Triliun
Lalu, Parkland Podomoro Karawang, Jawa Barat dan Bukit Podomoro Jakarta, serta Podomoro Golf View, Jawa Barat.
Sementara itu, APLN mengincar penjualan pemasaran (marketing sales) atau prapenjualan sebesar Rp1,5 triliun pada 2026.