Lebih dari Separuh Emiten Properti Meraup Laba Bersih
Sekitar 65 persen emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia mampu meraup laba bersih pada semester pertama 2026-landbank.id-
Jakarta, landbank.co.id- Para emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengeluarkan jurus terbaik dalam menghadapi tekanan dan dinamika sepanjang semester pertama 2026.
Racikan yang dikeluarkan para emiten properti itu tak semuanya berjalan mulus, tapi ada juga yang memetik buah manis.
Manisnya buah itu tercermin dari kemampuan mereka membukukan laba bersih selama periode enam bulan pertama 2026.
Dalam periode itu lebih dari separuh, persisnya sekitar 65 persen, terlihat mampu meraup laba bersih.
Salah satu dari 65 persen itu yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), tak semata mengantongi laba bersih, namun dibarengi dengan mencetak pertumbuhan.
BACA JUGA:Ini Alasan CBDK Buyback Saham 2026
Tak tanggung-tanggung, CBDK membukukan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 225 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan dengan raihan pada periode sama 2025.
Per akhir Juni 2026, laba bersih CBDK tercatat sebesar Rp1,68 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 masih bertengger di angka sekitar Rp517,00 miliar.
“Hasil kinerja CBDK pada semester ini mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam terus membangun dan memonetisasi kawasan ekosistem terintegrasi PIK2,” kata Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, Steven Kusumo dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.
Kemampuan CBDK mencetak pertumbuhan laba bersih tak bisa dipisahkan dari keberhasilan mendongkrak pendapatan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Per akhir Juni 2026, pendapatan CBDK meningkat sekitar 84 persen bila disandingkan dengan torehan pada periode sama 2025, yakni menjadi Rp2,20 triliun.
BACA JUGA:PANI Ukir Sejarah, Gaet Laba Bersih Rp1,7 Triliun
Di antara para peraih laba bersih pada semester pertama 2026, torehan CBDK merupakan yang terbesar.
Peraih laba bersih kedua terbesar ditempati oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yakni sebesar Rp1,67 triliun, sedangkan di peringkat ketiga adalah PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) senilai Rp1,19 triliun.