GMTD Koleksi Pertumbuhan Penjualan Rumah

GMTD Koleksi Pertumbuhan Penjualan Rumah

Pada semester pertama 2026, penjualan rumah dan tanah GMTD tercatat sebesar Rp106,04 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sekitar Rp103,55 miliar-landbank.id-gmtd

Jakarta, landbank.co.id- PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) mengoleksi pertumbuhana penjualan rumah dan tanah sepanjang semester pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan per akhir Juni 2026, penjualan rumah dan tanah emiten berkode saham GMTD di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu tumbuh sekitar 3 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025.

Pada semester pertama 2026, penjualan rumah dan tanah GMTD tercatat sebesar Rp106,04 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sekitar Rp103,55 miliar.

BACA JUGA:Penjualan Rumah GMTD Menggeliat

Segmen penjualan rumah dan tanah menjadi tulang punggung GMTD pada periode enam bulan pertama 2026 dengan porsi sekitar 84 persen dari total pendapatan.

Angka itu penjualan rumah dan tanah pemilik proyek Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan  itu bertumbuh bila dibandingkan dengan kontribusi pada semester pertama 2025 yang masih bertengger di level sekitar 74 persen.

Terkait rumah tapak, Perseroan melakukan ekspansi ke daerah selatan yakni di kawasan Tamanyeleng Kabupaten Gowa dengan membangun Palm Tree View, kawasan seluas 27 hektare dibangun dengan konsep modern, nyaman dengan lingkungan hijau dan tenang yang dapat dijangkau dari Kota Makassar, Gowa bahkan Takalar. Klaster pertama yang diluncurkan adalah Lily Residence.

BACA JUGA:Pekan Depan, GMTD Bayar Dividen Tunai

Sejak kali pertama proyek Tanjung Bunga digulirkan hingga akhir 2023, GMTD telah membangun 8.111 rumah.

Di luar penjualan rumah, GMTD juga punya sumber pendapatan lain pada rentang Januari-Juni 2026, yakni dari rekreasi dan lainnya senilai Rp13,23 miliar.

Selain itu, GMTD juga membukukan pendapatan dari lahan siap bangun yang per akhir Juni 2026 tercatat sekitar Rp6,78 miliar.

BACA JUGA:Penjualan Lahan Siap Bangun GMTD Melejit

Secara keseluruhan pendapatan GMTD pada semester pertama 2026 tercatat turun sekitar 10 persen, yakni dari Rp139,52 miliar menjadi senilai Rp126,05 miliar.

Sementara itu, per akhir Juni 2026, jumlah aset GMTD tercatat sebesar Rp1,47 triliun alias bertumbuh bila dibandingkan dengan akhir Desember 2025 yang sekitar Rp1,40 triliun.