Penjualan Rumah JRPT Terus Bergulir, Raup Rp343 Miliar
Penjualan rumah PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) terus bergulir. Bahkan, pada paruh pertama 2026, nilai penjualan unit bangunan Perseroan mencetak pertumbuhan sekitar 13 persen-landbank.id-bintarojaya.id
Jakarta, landbank.co.id- Penjualan rumah PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) terus bergulir. Bahkan, pada paruh pertama 2026, nilai penjualan unit bangunan Perseroan mencetak pertumbuhan sekitar 13 persen.
Merujuk laporan keuangan Perseroan, nilai penjualan unit bangunan PT Jaya Real Property Tbk menyentuh sebesar Rp343,27 miliar per akhir Juni 2026.
Sebaliknya, pada periode sama 2025, nilai penjualan unit bangunan pemilik proyek perumahan Bintaro Jaya ini masih bertengger di posisi Rp303,64 miliar.
BACA JUGA:Penjualan Kavling Tanah JRPT Tumbuh 9 Persen
Manajemen emiten berkode saham JRPT di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini pernah mengatakan bahwa salah satu faktor yang dapat mendorong penjualan perumahan adalah insentif perpajakan.
"Kebijakan pemerintah dalam pemberian insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) pada 2026 dapat membantu mendorong penjualan perumahan," urai manajemen JRPT dikutip dari Laporan Tahunan JRPT Tahun 2025.
Manajemen JRPT juga menyatakan bahwa meskipun masih terdapat tantangan atas kondisi daya beli
masyarakat, pihaknya meyakini bahwa prospek bisnis properti masih memiliki peluang yang baik di 2026.
BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Bintaro Jaya, Kota Mandiri Besutan JRPT
Kebijakan Bank Indonesia (BI) dengan tetap mempertahankan tingkat suku bunga dengan rate 4,75 persen dapat memberikan peluang bagi bisnis properti, karena sebagian besar penjualan properti disebut sangat dipengaruhi oleh dukungan pembiayaan melalui kredit pemilikan rumah (KPR).
KPR Dominan
Sementara itu, mengutip SHPR BI triwulan kedua 2026, perilaku konsumen dalam pembelian rumah primer lebih dominan memanfaatkan dana perbankan.
“Mayoritas pembelian rumah di pasar primer oleh konsumen dilakukan melalui skema pembelian kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,05 persen dari total skema pembelian,” kata Ramdan Denny Prakoso, direktur eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), dikutip dari laman BI, belum lama ini.