Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja positif pasar wisatawan Tiongkok yang secara konsisten menjadi salah satu dari lima besar negara penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Berdasarkan data Januari–April 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 491.726 kunjungan atau meningkat 25,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 391.578 kunjungan.
Sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia, Jakarta memiliki peran strategis tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat bisnis, pertemuan, dan mobilitas. Dengan beragam atraksi wisata perkotaan serta gaya hidup modern yang ditawarkan, Jakarta diharapkan menjadi titik awal bagi wisatawan asal Tiongkok untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di seluruh Indonesia.
Baca juga: Resmi, Penerbangan Langsung AirAsia Rute Hong Kong ke Bali
Semakin terbukanya akses penerbangan langsung dari dua kota besar di Tiongkok tersebut diharapkan mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara, memperkuat pemerataan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kolaborasi Maskapai
Sementara itu, sebelumnya Kemenpar memperkuat konektivitas udara internasional sebagai strategi utama meningkatkan kunjungan wisman melalui kolaborasi strategis dengan maskapai internasional, salah satunya dengan memfasilitasi pembukaan akses penerbangan langsung dari Singapura menuju Belitung sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia.
Ni Made Ayu Marthini pernah mengatakan, maskapai Scoot resmi memulai operasional perdana rute Singapura–Tanjung Pandan, Belitung, pada 3 Mei 2026. Langkah ini menandai ekspansi Scoot yang kini melayani total 16 destinasi di Indonesia.
“Kehadiran rute baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar Singapura, ke salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia,” ujar Made.
Baca juga: Kemenpar Bidik 1,3 Juta Turis Tiongkok
Pada tahap awal, layanan penerbangan ini dijadwalkan beroperasi dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Minggu, dengan kapasitas 112 kursi per penerbangan. Rute tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan wisata (leisure) maupun kunjungan singkat.
Dalam penerbangan perdana, tingkat keterisian penumpang mencapai 73,2 persen atau sebanyak 82 penumpang.
Made menjelaskan, Belitung memiliki daya tarik yang kuat dan kompetitif bagi pasar internasional, khususnya wisatawan asal Singapura.
“Belitung memiliki potensi wisata yang sangat kuat dan sesuai dengan karakteristik wisatawan Singapura, mulai dari wisata bahari, kuliner, hingga pengalaman leisure yang berkualitas. Pembukaan rute ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses wisatawan mancanegara menuju Belitung,” kata Made.
Sebagai destinasi prioritas, Belitung menawarkan keunggulan khas yang sulit ditemukan di daerah lain, seperti keindahan gugusan batu granit ikonik, pantai berpasir putih, hingga pengalaman island hopping yang eksklusif.
Selain itu, Belitung juga memiliki kekayaan kuliner lokal dengan cita rasa autentik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Jarak tempuh yang relatif singkat dari Singapura menjadikan Belitung sebagai alternatif destinasi liburan regional yang ideal bagi wisatawan mancanegara.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Oleh karena itu, Kemenpar bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat promosi di pasar Singapura guna meningkatkan awareness sekaligus menjaga tren pertumbuhan jumlah penumpang.
Upaya tersebut diharapkan semakin mengukuhkan posisi Belitung sebagai destinasi unggulan Indonesia di kancah internasional.
(*)





