Harga Emas XAUUSD Melemah, Dupoin: Area US$4.040 Jadi Support

Harga Emas XAUUSD Melemah, Dupoin: Area US$4.040 Jadi Support

Dupoin Futures Indonesia memproyeksikan harga emas dunia (XAU/USD) berpotensi melemah dalam perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.--istockphoto.com

Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAUUSD berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa struktur pergerakan harga emas pada grafik harian atau timeframe daily masih menunjukkan kecenderungan bearish.

"Pergerakan emas pada timeframe Daily masih tertahan di zona resistance US$4.156–US$4.200. Terbentuknya pola teknikal Drop Base Drop turut mengindikasikan dominasi tekanan bearish, sehingga harga berpeluang melanjutkan pelemahan menuju zona support US$4.073–US$4.040," dikutip dari keterangan resmi Dupoin Futures, Kamis (22/10/2026).

Geraldo menilai, zona resistance tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk membaca arah pergerakan emas selanjutnya. Selama harga belum mampu menembus US$4.156–US$4.200, ruang penguatan diperkirakan masih terbatas.

"Selama harga belum mampu menembus area US$4.156–US$4.200, potensi kenaikan diperkirakan masih terbatas. Pola Drop Base Drop yang terbentuk juga mencerminkan risiko berlanjutnya tren penurunan setelah fase konsolidasi harga," ujarnya.

Dari perspektif teknikal Dupoin Futures, level US$4.073 menjadi support pertama yang perlu dicermati apabila tekanan jual kembali meningkat. Apabila harga menembus level tersebut, XAUUSD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di US$4.040.

Sebaliknya, jika harga emas mampu menembus resistance US$4.200, skenario bearish perlu dievaluasi kembali. Penembusan tersebut dapat mengindikasikan perubahan kondisi teknikal dan membuka peluang pergerakan harga ke arah yang berbeda dari proyeksi awal.

Dengan demikian, pelaku pasar perlu mencermati respons harga ketika mendekati kedua zona tersebut untuk menilai apakah tekanan jual masih dominan atau mulai mereda.

Selain faktor teknikal, perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) turut memengaruhi prospek harga emas.

Mengacu pada rangkuman Reuters, kenaikan harga minyak berpotensi mempertahankan tekanan inflasi. Kondisi tersebut dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter dan membuat investor lebih berhati-hati dalam memperkirakan arah suku bunga AS.

Pasar juga mencermati keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober serta rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada pekan berikutnya. Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS.

Bagi emas, perubahan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi daya tarik logam mulia dibandingkan aset berbunga. Ketika ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga dapat menghadapi tekanan, terutama jika dolar AS ikut menguat.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang sempat terjadi sebelumnya berpotensi memberikan ruang bagi pemulihan harga emas. Namun, penguatan tersebut dapat terbatas apabila ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga masih tinggi.

Jika dolar AS dan imbal hasil Treasury kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat memperkuat kecenderungan bearish yang tercermin pada grafik harian.