Harga Emas Dunia Hari Ini Turun ke US$3.982, Dupoin Futures Waspadai Tekanan Jual di Bawah Level Psikologis US
Emas XAU/USD diprediksi menguat tipis ke level US$4.000 dalam perdagangan Senin, 20 Juli 2026.--Istockphoto
Jakarta, landbank.id - Harga emas dunia (XAU/USD) membuka perdagangan Senin, 20 Juli 2026 di zona merah.
Kepastian itu diperoleh usai ditutup menguat pada akhir pekan lalu, logam mulia kembali terkoreksi dan turun ke bawah level psikologis US$4.000 per troy ounce.
Berdasarkan pantauan landbank.id hingga pukul 08.54 WIB, harga emas dunia berada di level US$3.982 per troy ounce.
Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026 ketika XAU/USD berhasil mengakhiri sesi di level US$4.018 per troy ounce.
Pelemahan harga emas terjadi di tengah sikap hati-hati investor menjelang sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Selain itu, pergerakan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) juga masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas.
Secara historis, penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi membuat daya tarik emas sebagai aset safe haven berkurang karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah indikator ekonomi AS yang diyakini akan menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan.
Dari sisi teknikal, Dupoin Futures Indonesia menilai level US$4.000 per troy ounce masih menjadi area psikologis yang sangat penting bagi pergerakan emas.
Menurut Dupoin, selama harga belum mampu kembali bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi mendominasi perdagangan.
"Strategi alternatif, di bawah US$3.980 maka target penurunan berikutnya menuju US$3.965 dan US$3.942," tulis Dupoin Futures dalam analisis resminya yang dikutip landbank.id, Senin, 20 Juli 2026.
Meski demikian, Dupoin melihat peluang pemulihan harga masih terbuka apabila emas mampu bertahan di atas area support utama.
"Posisi long di atas US$3.980 dengan target US$4.040 dan US$4.071," tulis Dupoin.
(*)