Adhi Karya Kumpulkan Pemegang Saham, Cek Agendanya

Adhi Karya Kumpulkan Pemegang Saham, Cek Agendanya

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tentang restrukturisasi perusahaan pada penghujung September 2026-landbank.id-capture adhi

Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, 80 persen perolehan kontrak baru merupakan proyek infrastruktur, 14 persen proyek gedung, dan 5 persen pekerjaan lainnya. 

Dari sisi pemilik pekerjaan, proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar sebesar 70 persen, diikuti BUMN/BUMD sebesar 29 persen, serta swasta sebesar 1 persen. 

Komposisi tersebut menunjukkan kuatnya posisi ADHI dalam menggarap berbagai proyek infrastruktur strategis.

BACA JUGA:ADHI Raup Rp256,65 Miliar dari Bisnis Properti dan Hospitality

Sejumlah proyek strategis yang diperoleh ADHI hingga Juli 2026 antara lain Proyek Tanggap Darurat Sumatera Utara, Proyek Tambak Udang Waingapu, Estate Management IKN, Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2, Bandara Sentani, serta Sekolah Rakyat Tahap 3 Papua. 

Perolehan proyek-proyek tersebut semakin memperkuat portofolio ADHI pada sektor konstruksi dan infrastruktur sekaligus menunjukkan kepercayaan berbagai pemangku kepentingan terhadap kompetensi dan kapabilitas Perseroan.

“ADHI Karya terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas operasional, serta selektivitas dalam memperoleh proyek. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi ADHI yang dilakukan secara bertahap untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing Perseroan. Kami optimistis strategi ini dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pembangunan nasional yang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Siswanto, corporate secretary ADHI.

ADHI berkomitmen untuk memerkuat fundamental bisnis serta meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan portofolio proyek yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan tata Kelola perusahaan yang baik, sehingga setiap proyek yang dijalankan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Per akhir Juni 2026, ADHI mengantongi pendapatan sebesar Rp3,11 triliun, lebih rendah sekitar 18,4 persen bila disandingkan dengan periode yang sama 2025.

BACA JUGA:ADHI Lunasi Obligasi

Sebaliknya, laba bersih Perseroan naik sekitar 12,6 persen, yakni dari Rp7,54 miliar menjadi sebesar Rp8,49 miliar per akhir Juni 2026.

Pada semester pertama 2026, ADHI mengoleksi aset Rp27,53 triliun dengan liabilitas Rp24,21 triliun serta ekuitas senilai Rp3,31 triliun.

 

(*)