Natura City Mengoleksi Pertumbuhan Penjualan Rumah 14 Persen

Natura City Mengoleksi Pertumbuhan Penjualan Rumah 14 Persen

PT Natura City Developments Tbk (CITY) mengoleksi pertumbuhan penjualan rumah sekitar 14 persen sepanjang Januari-Juni 2026-landbank.id-serpongnaturacity.co.id

Jakarta, landbank.co.id- PT Natura City Developments Tbk (CITY) mengoleksi pertumbuhan penjualan rumah sekitar 14 persen sepanjang Januari-Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, penjualan rumah emiten berkode saham CITY di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sekitar Rp79,14 miliar.

Sebaliknya, pada periode sama 2025, penjualan rumah PT Natura City Developments Tbk masih bertengger di angka Rp69,27 miliar.

Penjualan rumah merupakan tulang punggung pendapatan CITY sepanjang semester pertama 2026. Porsi sumbangan segmen ini menyentuh sekitar 94 persen terhadap total pendapatan Perseroan.

BACA JUGA:Grand City Balikpapan Diperkuat Aplikasi Digital

Pada semester pertama 2026, Perseroan juga mengoleksi penjualan rumah toko (ruko), yakni sekitar Rp2,12 miliar, sedangkan pada periode sama 2025, belum ada pemasukan dari ruko.

Selain itu, sumber pendapatan lain CITY berasal dari pengelolaan kota, yaitu sekitar Rp2,36 miliar.

Sementara itu, total pendapatan CITY tercatat naik sekitar 17 persen menjadi sebesar Rp83,62 miliar pada semester pertama 2026, bila dibandingkan dengan raihan pada periode sama 2025 yang sekitar Rp71,64 miliar.

Kenaikan pendapatan ikut mewarnai torehan laba bersih CITY. Pada semester pertama 2026, CITY mengoleksi laba bersih sebesar Rp13,24 miliar.

Angka itu melejit sekitar 63 persen, maklum pada semester pertama 2025, laba bersih CITY masih di level Rp7,82 miliar.

Per akhir Juni 2026, CITY mengoleksi aset senilai Rp1,16 triliun, sedangkan per akhir Desember 2025 masih di posisi Rp1,12 triliun.

BACA JUGA:Pangsa Pasar KPR FLPP BTN Stabil, Kuasai 70,42 Persen

Di lini liabilitas, naik dari Rp236,12 miliar pada akhir 2025, menjadi sekitar Rp265,64 miliar per akhir Juni 2026.

Ekuitas CITY terlihat naik menjadi sekitar Rp898,20 miliar per akhir Juni 2026 dari semula Rp884,95 miliar pada akhir 2025.