Harga Emas Hari Ini Berpotensi Uji Resistance US$4.074, Dupoin Futures: Momentum Bullish Menguat

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Uji Resistance US$4.074, Dupoin Futures: Momentum Bullish Menguat

Ilustrasi candle stick emas--Istockphoto

 

 

 

Jakarta, landbank.id - Harga emas dunia (XAU/USD) diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.

Meski tren jangka menengah masih berada dalam fase bearish, sejumlah indikator teknikal menunjukkan momentum beli mulai menguat sehingga membuka peluang emas menguji level resistance baru.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas saat ini masih menunjukkan struktur pergerakan yang cukup positif setelah mampu bertahan di atas area support penting.

"Meski tren utama dalam jangka menengah masih berada dalam fase bearish, harga emas masih punya ruang untuk melanjutkan penguatan," ujar Geraldo dalam riset harian Dupoin Futures yang dikutip landbank.id, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang menopang prospek kenaikan harga emas adalah keberhasilan XAU/USD bertahan di atas level support US$3.992 per troy ounce.

BACA JUGA:Masih Ada 11 Hotel yang Mau Masuk Bali, Ini Daftarnya

"Level tersebut menjadi fondasi yang cukup kuat bagi pergerakan harga dalam jangka pendek. Selama harga masih mampu diperdagangkan di atas area tersebut dan tidak ditutup di bawah support, peluang kenaikan masih tetap terjaga," jelasnya.

Ia juga memproyeksikan target kenaikan pertama berada di kisaran US$4.040 per troy ounce. Jika momentum beli terus meningkat dan harga berhasil menembus level tersebut, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di US$4.074.

Menurut Geraldo, kedua level tersebut menjadi area krusial yang akan menentukan apakah tren kenaikan dapat berlanjut atau justru memicu aksi ambil untung (profit taking) dari pelaku pasar.

Pola Bullish Engulfing Perkuat Sinyal Kenaikan

Dari sisi teknikal, Dupoin Futures menilai struktur pergerakan harga semakin menarik setelah terbentuk pola candlestick Bullish Engulfing pada grafik empat jam (H4).

BACA JUGA:Bandung Bakal Diguyur 1.000 Unit Rusun

Pola tersebut umumnya menjadi sinyal meningkatnya dominasi pembeli setelah sebelumnya pasar berada dalam tekanan jual.

Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih bergerak naik menuju area overbought. Meski mulai memasuki zona jenuh beli, indikator tersebut belum menunjukkan sinyal pelemahan ataupun pembalikan arah sehingga momentum bullish dinilai masih cukup kuat dalam jangka pendek.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan investor agar tetap mewaspadai potensi koreksi teknikal ketika harga mendekati area resistance US$4.040 hingga US$4.074.

"Koreksi merupakan bagian normal dari tren naik dan belum tentu mengubah arah utama pergerakan harga. Karena itu trader disarankan menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi," kata Geraldo.

Sentimen Safe Haven Masih Mendukung

Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai kondisi fundamental global juga masih memberikan dukungan terhadap harga emas.

Ketidakpastian ekonomi dunia yang belum sepenuhnya mereda membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi.

Geraldo menjelaskan bahwa perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor global sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Di sisi lain, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Selama dolar AS belum menguat signifikan dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) tetap stabil, tekanan terhadap harga emas diperkirakan masih terbatas.

Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data tersebut diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan yang membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter, maka sentimen positif terhadap harga emas diperkirakan akan semakin menguat.

Selain itu, pembelian emas oleh sejumlah bank sentral dunia juga dinilai masih menjadi faktor penopang harga logam mulia dalam jangka menengah melalui peningkatan permintaan terhadap cadangan emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas masih cukup konstruktif. Selama XAU/USD bertahan di atas support US$3.992, peluang penguatan menuju resistance US$4.040 hingga US$4.074 masih terbuka.

Meski demikian, investor dan trader tetap disarankan menerapkan manajemen risiko secara disiplin serta terus mencermati perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas. (*)