Masih Ada 11 Hotel yang Mau Masuk Bali, Ini Daftarnya
Setelah tiga hotel merangsek ke Bali sepanjang semester pertama 2026, masih terdapat 11 hotel lagi yang akan masuk ke Pulau Dewata itu-landbank.id-
Jakarta, landbank.co.id- Setelah tiga hotel merangsek ke Bali sepanjang semester pertama 2026, masih terdapat 11 hotel lagi yang akan masuk ke Pulau Dewata itu.
Mengutip data Colliers Indonesia, tiga hotel yang telah masuk hingga pertengahan 2026 tersebut mencakup satu kelas bintang empat dan dua hotel bintang lima.
Untuk bintang empat adalah Novotel Bali Ubud Resort dengan kapasitas 159 kamar, sedangkan hotel bintang lima terdiri atas Alaya Suites Ubud (70 kamar) dan Hiliwatu, Bali Ubud a Tribute Portfolio Resort (38 kamar).
Praktis, kehadiran tiga hotel itu menambah koleksi kamar hotel di pulau yang pada 2025 mendapat 7,05 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tersebut.
“Penambahan 197 kamar hotel yang baru selesai dibangun, bersamaan dengan penutupan sementara 103 kamar di Six Senses Bali untuk renovasi, menjadikan total inventaris hotel di Bali menjadi sekitar 62.000 kamar pada kuartal kedua tahun 2026,” dilansir riset Colliers Indonesia.
BACA JUGA:Daftar Hotel Masuk ke Bali 2026
Riset itu juga menyebutkan bahwa meskipun pertumbuhan pasokan bersih tetap terbatas selama kuartal tersebut, proyek pengembangan terus menunjukkan kepercayaan investor yang kuat, terutama di segmen mewah.
Ke-11 hotel yang akan masuk ke Bali akan tersebar sepanjang 2026 hingga 2029.
“Antara paruh kedua tahun 2026 dan 2029, sekitar 1.700 kamar hotel tambahan diperkirakan memasuki pasar, dengan semua pengembangan baru terkonsentrasi pada kategori bintang lima,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.
Ubud dan Canggu tetap menjadi koridor pertumbuhan utama, diikuti oleh Jimbaran, Uluwatu, dan Nusa Penida.
Konsentrasi ini mencerminkan preferensi yang jelas di antara para pengembang untuk destinasi yang mampu menarik wisatawan internasional dengan daya beli tinggi yang mencari pengalaman alam, kesehatan, gaya hidup, dan rekreasi premium daripada pariwisata massal konvensional.
Ekspansi berkelanjutan hotel-hotel mewah menunjukkan bahwa investor tetap yakin dengan fundamental pariwisata jangka panjang Bali meskipun ada ketidakpastian pasar jangka pendek.
BACA JUGA:Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Alih-alih mengejar permintaan yang didorong oleh volume, pengembang properti semakin memposisikan proyek-proyek baru ke arah segmen wisatawan bernilai tinggi yang umumnya menghasilkan tarif kamar yang lebih tinggi, masa inap rata-rata yang lebih lama, dan pengeluaran tambahan yang lebih besar.
“Strategi ini juga mencerminkan semakin pentingnya perjalanan berbasis pengalaman, di mana akomodasi itu sendiri telah menjadi bagian dari destinasi, bukan hanya tempat untuk menginap,” dilansir riset tersebut.
Tren penting lainnya adalah meningkatnya diversifikasi operator hotel internasional.
Marriott International terus mempertahankan kehadiran operasional terbesar di Bali dengan setidaknya 25 properti, memperkuat posisi pasar dominannya.
Sementara itu, SONO Hotels & Resorts telah muncul sebagai salah satu pendatang baru yang paling agresif setelah mengakuisisi Cross Hotels & Resorts.
Ekspansi grup ini di berbagai destinasi menunjukkan meningkatnya kepercayaan di antara operator regional terhadap prospek pariwisata jangka panjang Bali, khususnya di segmen kelas atas dan mewah.
BACA JUGA:Tanrise Property Terus Ekspansi, Garap Vasa Ubud Rp1 Triliun
Meskipun Kuta terus menampung sekitar 35 persen dari inventaris hotel yang ada di Bali, pengembangan di masa depan semakin bergeser ke Ubud dan koridor Canggu–Berawa, di mana lahan pengembangan yang lebih besar masih tersedia dan preferensi pengunjung terus berkembang.
Pergeseran geografis ini menyoroti bahwa investasi hotel tidak lagi hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi semakin ditentukan oleh kemampuan setiap destinasi untuk menawarkan pengalaman yang berbeda dan mendukung posisi premium.
“Meskipun pengembangan hotel mewah yang berkelanjutan mencerminkan kepercayaan jangka panjang investor, kinerja pasar di masa depan pada akhirnya akan bergantung pada kualitas dan ketahanan permintaan pariwisata,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.
Daftar 11 proyek hotel di Bali;
1). JW Marriott Ubud Hotel & Spa, Ubud (2026)
2). Vasa Hotel Canggu, Canggu (2026)
3). KARV Hotel Bali Jimbaran, Jimbaran (2027)
4). Waldorf Astoria Bali, Nusa Dua (2027)
5). Cross Celesta Nusa Penida, Nusa Penida (2027)
6). Vasa Hotel Ubud, Ubud (2027)
7). The Apurva Kempinski Ubud, Ubud (2027)
8). Mandarin Oriental, Uluwatu (2027)
9). The Wylder Canggu by Cross Coll, Canggu (2028)
10). Elle Resort & Beach Club by Cross Collection, Canggu (2028)
11). Cross Bali Walu, Canggu (2029)
Sumber: Colliers
BACA JUGA:Pekan Kesenian Bali 2026 Ditargetkan Tembus 1,6 Juta Pengunjung
(*)