DMAS Percaya Diri Revisi Target Prapenjualan 2026, Sentuh Rp2,95 Triliun

DMAS Percaya Diri Revisi Target Prapenjualan 2026, Sentuh Rp2,95 Triliun

DMAS Percaya Diri Revisi Target Prapenjualan 2026, Sentuh Rp2,95 Triliun-landbank.id-deltamas.id

Jakarta, landbank.co.id- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) merevisi target prapenjualan (marketing sales) tahun 2026.

Pada awal 2026, target prapenjualan emiten berkode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dipatok Rp2,08 triliun, sedangkan kini target itu dikerek 42 persen menjadi Rp2,95 triliun. 

Manajemen Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, Jawa Barat itu mengaku bahwa optimisme itu diambil oleh Perseroan setelah mempertimbangkan pipeline serta mengevaluasi tren penjualan lahan industri sebagai kontributor utama, khususnya pada segmen pusat data (data center) hingga melewati paruh pertama tahun ini.

BACA JUGA:DMAS Kantongi Permintaan Lahan Data Center Nyaris 64 Hektare

“Kenaikan target prapenjualan 2026 ini mencerminkan tingkat kepercayaan diri kami sehubungan adanya fasilitas dan infrastruktur kelas dunia yang kami tawarkan sehingga meningkatnya permintaan lahan industri khususnya pada segmen data center,” kata Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk dikutip Minggu, 18 Oktober 2026.

Dia menegaskan, pihaknya optimistis bahwa prospek penjualan sektor industri tetap kuat. 

“Kami yakin revisi naik pada target prapenjualan 2026 ini dapat dicapai dengan baik hingga akhir tahun," tutur Tondy Suwanto.

BACA JUGA:DMAS Buka Kartu Kenapa Jadi Incaran Data Center

Perseroan berkomitmen untuk tetap mengupayakan layanan terbaik bagi konsumen dan mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial.

Komitmen itu hadir untuk mewujudkan misi jangka panjang Perseroan dalam mengembangkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern, ramah lingkungan, dan sebagai pusat regional di timur Jakarta.

Selain itu, untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

 

Permintaan Data Center

Sementara itu, DMAS mengantongi permintaan lahan industri sekitar 85 hektare sepanjang semester pertama 2026.