Kuartal Pertama 2026, Penjualan Tanah Kawasan Industri AKRA Melejit

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat penjualan tanah kawasan industri sebesar Rp372,70 miliar pada kuartal pertama 2026/foto: capture akra

Masterplan JIIPE mencakup kawasan industri terintegrasi seluas 3.000 hektare (ha) terdiri atas kawasan industri seluas 1.761 ha, kawasan pelabuhan 406 ha serta kawasan residensial dan komersial 800 ha.

Khusus pengembangan kawasan residensial dikembangkan oleh sister company AKRA, yakni PT AKR Land.

Bacaan Lainnya

 

Pertumbuhan Pendapatan

Selain tanah kawasan industri dan lainnya yang menyumbang sekitar 5 persen terhadap total pendapatan, AKRA memiliki beberapa sub-pendapatan lainnya.

Pendapatan terbesar datang dari bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), yakni Rp9,85 triliun atau setera sekitar 77 persen dari total pendapatan AKRA per akhir Maret 2026.

Baca juga: AKRA Raup Rp1,82 Triliun dari Penjualan Tanah Kawasan Industri

Pada kuartal pertama 2026, perdagangan dan distribusi BBM mencatat pertumbuhan sekitar 26 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025 yang senilai Rp7,83 triliun.

Pendapatan yang cukup besar juga dibungkus AKRA dari perdagangan kimia dasar dan lainnya, yaitu Rp1,99 triliun atau setara sekitar 15 persen dari total pendapatan.

Sub-pendapatan AKRA ini mencatat pertumbuhan sekitar 14 persen bila dibandingkan dengan periode tiga bulan pertama 2025 yang senilai Rp1,75 triliun.

Sementara itu, secara keseluruhan, pendapatan AKRA pada kuartal pertama 2026 tumbuh sekitar 30 persen menjadi Rp12,94 triliun disandingkan dengan periode sama 2025 yang senilai Rp10,26 triliun.

Baca juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik

Seiring dengan itu laba bersih AKRA terlihat meningkat sekitar 16 persen dari Rp565,21 miliar pada akhir Maret 2025 menjadi Rp656,49 miliar per akhir Maret 2026.

Per akhir Maret 2026, para pemegang saham AKRA terdiri atas PT Arthakencana Rayatama sebesar 63,71 persen, Haryanto Adikoesoemo 1,06 persen, Soegiarto Adikoesoemo 0,72 persen, dan Jimmy Tandyo 0,24 persen.

Selain itu, Mery Sofi 0,04 persen, Bambang Soetiono 0,04 persen, Suresh Vembu 0,02 persen, Nery Polim 0,01 persen, Termurti Tiban 0,01 persen, dan masyarakat 32,79 persen.

Baca juga: Bisnis Kawasan Industri AKRA Tumbuh 13 Persen

(*)

Pos terkait