Daftar Lima Pusat Perbelanjaan yang akan Merangsek Jabodetabek

Daftar Lima Pusat Perbelanjaan yang akan Merangsek Jabodetabek

Kawasan Jabodetabek akan diguyur lima pusat perbelanjaan modern dengan kapasitas seluas 213.000 meter persegi (m2) sepanjang 2026 hingga 2029-landbank.id-

 

Permintaan Pasar

Pada semester pertama, mengutip data Colliers Indonesia, pasar ritel Jakarta melanjutkan pemulihan secara bertahap, meskipun kinerja antarpusat perbelanjaan semakin menunjukkan perbedaan. 

Para peritel kini semakin selektif dalam melakukan ekspansi dan cenderung memprioritaskan pusat perbelanjaan dengan jumlah pengunjung yang kuat, produktivitas penjualan yang lebih tinggi, serta profil konsumen yang sesuai dengan target pasar mereka. 

BACA JUGA:Penjualan Mal Bikin Kinerja APLN Kinclong

Seiring dengan semakin selektifnya peritel dalam memilih lokasi, mal yang mampu mempertahankan tingkat hunian yang sehat, membangun ekosistem tenant yang kuat, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menentukan harga sewa akan berada pada posisi yang lebih unggul untuk menarik merek-merek baru sekaligus mempertahankan kinerja yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Masih mengutip data Colliers Indonesia, permintaan ruang ritel sepanjang kuartal kedua 2026 terutama berasal dari pelaku usaha makanan dan minuman, kecantikan dan kebugaran, pakaian olahraga, hiburan, serta gaya hidup. 

Sejumlah merek membuka gerai pertamanya di Indonesia di pusat perbelanjaan seperti Plaza Indonesia, Puri Indah Mall, Lotte Mall, dan beberapa mal lainnya. 

Colliers juga mencatat rencana pembukaan sejumlah gerai baru sepanjang 2026, termasuk merek internasional dari kategori fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, hiburan, buku, serta mainan, di berbagai pusat perbelanjaan utama di Jakarta dan Greater Jakarta.

“Kehadiran berbagai konsep baru menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar konsumen Jakarta tetap terjaga. Namun, strategi ekspansi kini dilakukan secara lebih disiplin dan terukur,” kata Ferry Salanto, head of Research Colliers Indonesia, dikutip Senin, 7 September 2026.

BACA JUGA:MDIY Konsisten Buka Toko Baru, 80 Persen Standalone Stores

Dia menambahkan, para peritel semakin membutuhkan lokasi yang tidak sekadar memberikan visibilitas, tetapi juga menawarkan profil konsumen yang sesuai, arus pengunjung yang berkelanjutan dan konversi penjualan yang lebih kuat.

“Serta lingkungan penyewa yang mendukung kinerja merek dalam jangka panjang,” kata Ferry.

Pola permintaan tersebut mendorong pengelola pusat perbelanjaan untuk menempatkan bauran penyewa sebagai bagian dari ekosistem yang strategis. 

Penyewa utama yang menjadi daya tarik, pilihan kuliner, hiburan, kebugaran, layanan penunjang, serta merek-merek yang saling melengkapi semakin dipadukan untuk memperpanjang durasi kunjungan, mendorong kunjungan berulang, dan meningkatkan belanja konsumen.